Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Untad Jemput Bola Cegah Mahasiswa DO, Orang Tua Dimasukkan Grup WhatsApp

Ade Safitri • Selasa, 20 Januari 2026 | 14:58 WIB

 

Ketua Prodi Ilkom FISIP Untad, Israwaty Suriyady
Ketua Prodi Ilkom FISIP Untad, Israwaty Suriyady

RADAR PALU – Ancaman drop out (DO) mahasiswa tingkat akhir membuat Universitas Tadulako (Untad) mengambil langkah yang tak lazim.

Alih-alih hanya mengirim surat peringatan akademik, Program Studi Ilmu Komunikasi (Ilkom), Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP), memilih strategi “jemput bola” dengan melibatkan orang tua mahasiswa secara langsung.

Langkah tersebut diwujudkan melalui pembentukan grup WhatsApp orang tua per angkatan, yang digunakan sebagai ruang transparansi progres studi mahasiswa.

Kebijakan ini dinilai sebagai terobosan berani di tengah maraknya mahasiswa yang terancam DO akibat studi yang tak kunjung rampung.

Ketua Prodi Ilkom FISIP Untad, Israwaty Suriyady, menegaskan bahwa keterlibatan orang tua menjadi kunci untuk memutus rantai miskomunikasi yang selama ini terjadi.

“Kami membentuk grup orang tua per angkatan untuk menyampaikan perkembangan studi mahasiswa secara riil. Orang tua berhak tahu posisi akademik anaknya,” ujar Israwaty, Senin (19/1).

Melalui grup tersebut, pihak prodi menyampaikan secara terbuka sisa mata kuliah, status KRS, hingga progres skripsi mahasiswa. Informasi ini penting, mengingat tak sedikit orang tua yang selama ini hanya menerima laporan sepihak dari anaknya.

“Ada orang tua yang bilang anaknya pamit kuliah, padahal faktanya tidak aktif. Di sini persoalan bisa langsung terdeteksi,” jelasnya.

Menurut Israwaty, kebijakan ini bukan untuk mencari kesalahan mahasiswa, melainkan membangun ekosistem pengawasan bersama antara kampus dan keluarga.

Terlebih, banyak mahasiswa akhir yang sulit dihubungi karena sering berganti nomor telepon atau tidak responsif terhadap panggilan dosen pembimbing.

Meski demikian, pihak Prodi Ilkom memastikan pendekatan humanis tetap diutamakan. Selama mahasiswa masih memiliki kemauan menyelesaikan studi, kampus siap membantu, baik dari sisi administrasi maupun proses bimbingan akademik.

“Selama ada niat, kami terbuka membantu. Kendala teknis bisa diselesaikan, yang sulit justru kalau motivasi sudah hilang,” tambahnya.

Dengan strategi ini, Prodi Ilkom FISIP Untad menargetkan angka kelulusan tepat waktu bisa menembus lebih dari 50 persen.

Target tersebut dinilai realistis jika sinergi antara mahasiswa, orang tua, dan kampus berjalan optimal.

Langkah Untad ini sekaligus menjadi sinyal kuat bahwa peran orang tua tidak berhenti saat anak masuk perguruan tinggi, melainkan tetap krusial hingga mahasiswa benar-benar menyandang gelar sarjana.***

Editor : Talib
#FISIP Untad #Radar Palu #Ilmu Komunikasi #untad #kelulusan tepat waktu #Mahasiswa Do