RADAR PALU – SMA Negeri 7 Palu terus mengukuhkan posisinya sebagai garda terdepan transformasi pendidikan di Kota Palu.
Sebagai salah satu sekolah pertama yang lolos program Sekolah Penggerak dan menerapkan Kurikulum Merdeka sejak 2021, sekolah ini mulai menjajaki metode baru yakni pembelajaran mendalam (deep learning).
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum SMAN 7 Palu, Isman, S.pd., M.pd, mengungkapkan bahwa transisi dari Kurikulum 2013 ke Kurikulum Merdeka telah membawa perubahan fundamental, terutama pada kebebasan siswa memilih mata pelajaran, Selasa (13/1/2026).
"Kalau kurikulum Merdeka, siswanya diberikan kesempatan untuk memilih jurusan tidak lagi IPA-IPS. Jadi, bisa jadi misalnya di kelas pembagian jurusan itu ada IPA-nya, ada juga IPS-nya, jadi seperti itu," ujar Isman.
Perubahan ini tidak hanya pada level siswa, tapi juga kompetensi guru. Sebanyak 10 guru bersama Kepala Sekolah telah dilatih langsung oleh pusat melalui komite pembelajaran.
Fokusnya adalah pembelajaran ber-diferensiasi dan kini merambah ke pembelajaran mendalam yang mulai dievaluasi pada semester ini.
"Kami memang sudah menerapkan itu, kami tinggal melihat hasilnya seperti apa pelaksanaan pembelajaran mendalam itu. Namun, untuk meyakinkan bahwa itu berhasil tentunya harus diterapkan oleh semua guru," tambah Isman.
Selain aspek akademik, SMAN 7 Palu juga konsisten menjalankan Projek Penguatan Profil Pelajar Pancasila (P5) dengan tema beragam, mulai dari Suara Demokrasi melalui pemilihan Ketua OSIS, hingga Gaya Hidup Berkelanjutan dengan pengolahan sampah menjadi kompos.(cr1)
Editor : Talib