Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Lingkungan sebagai Panglima: Pesan Menteri LH untuk Lulusan Untad di Era Krisis Ekologi

Talib • Kamis, 18 Desember 2025 | 15:45 WIB
Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq (kiri) bersama Rektor Untad Prof. Ahmar usai orasi ilmiah pada Wisuda Universitas Tadulako di Palu, Rabu (18/12).
Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq (kiri) bersama Rektor Untad Prof. Ahmar usai orasi ilmiah pada Wisuda Universitas Tadulako di Palu, Rabu (18/12).

RADAR PALU - Menteri Lingkungan Hidup Indonesia, Dr. Hanif Faisol Nurofiq, menegaskan bahwa tantangan terbesar lulusan perguruan tinggi hari ini bukan sekadar mencari pekerjaan, melainkan menjaga masa depan lingkungan hidup bangsa.

Pesan tersebut disampaikan Hanif saat memberikan orasi ilmiah pada Wisuda Universitas Tadulako (Untad), Palu, Rabu (18/12).

Di hadapan 824 wisudawan, Hanif mengajak lulusan Untad untuk mengubah cara pandang pembangunan nasional.

Menurutnya, pengalaman pahit berbagai bencana ekologis di Indonesia harus menjadi pelajaran bahwa lingkungan tidak lagi bisa ditempatkan sebagai pelengkap, melainkan sebagai panglima.

“Mulai dari lulus hari ini, cara berpikir kita harus menempatkan lingkungan sebagai panglima. Itu fondasi kita bersama,” ujar Hanif.

Hanif yang menjabat Menteri Lingkungan Hidup sejak 21 Oktober 2024 sekaligus Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (BPLH) menyebutkan, posisi geografis dan kondisi ekosistem Indonesia yang rentan menuntut perencanaan lingkungan yang sangat kuat.

Mulai dari tahap perencanaan, asistensi teknis, hingga monitoring kebijakan harus berjalan beriringan.

Dalam konteks itulah, ia menaruh harapan besar kepada perguruan tinggi, termasuk Untad, untuk memperkuat peran tridarma, khususnya pengabdian kepada masyarakat.

“Community services dari Tridarma Untad harus makin dikuatkan. Resiliensi kita ini belum kokoh, sehingga perlu kehati-hatian luar biasa,” katanya saat doorstop didampingi Rektor Untad Prof. Ahmar.

Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq (kiri) bersama Rektor Untad Prof. Ahmar usai orasi ilmiah pada Wisuda Universitas Tadulako di Palu, Rabu (18/12).
Menteri Lingkungan Hidup Dr. Hanif Faisol Nurofiq (kiri) bersama Rektor Untad Prof. Ahmar usai orasi ilmiah pada Wisuda Universitas Tadulako di Palu, Rabu (18/12).

Hanif menilai lulusan baru memiliki ruang kontribusi yang sangat luas, mulai dari penyusunan Rencana Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup (RPP-LH) di tingkat kabupaten dan provinsi, pelaksanaan asesmen lingkungan melalui sistem Kaila-S, hingga keterlibatan langsung di lapangan melalui perusahaan dan lembaga lingkungan.

Sebagai bagian dari kebijakan nasional, Kementerian Lingkungan Hidup saat ini mengusung sejumlah program prioritas, di antaranya target penyelesaian 100 persen persoalan sampah pada 2029, pengembangan pengolahan sampah menjadi energi terbarukan, serta penguatan pengawasan dan penegakan hukum terhadap pelaku pencemaran lingkungan.

Program Kaila-S menjadi salah satu instrumen penting yang mendorong partisipasi publik, terutama generasi muda, melalui kegiatan nyata seperti penanaman pohon, pengelolaan sampah, konservasi keanekaragaman hayati, dan pendidikan lingkungan hidup.

Bagi Hanif, lulusan perguruan tinggi bukan sekadar pencari kerja, melainkan agen perubahan ekologis yang akan menentukan arah pembangunan Indonesia ke depan.

“Kontribusinya sangat banyak dan nyata. Tinggal kemauan dan keberanian untuk turun langsung,” ujarnya. ***

Editor : Talib
#Menteri Lingkungan Hidup #untad palu #Wisuda Untad #Kaila #lingkungan panglima