“Yang penting saya bisa mengabdi. Soal gaji, saya terima berapa pun,” ujar Asrul saat ditemui Radar Palu Jawa Pos Group pada Senin (10/11/2025).
Asrul mengakui bahwa masa pengabdiannya di SMKN 8 menjadi estafet yang ia bawa ke sekolah barunya. Misi utamanya adalah membangun kolaborasi antarguru dan memperkuat kedisiplinan tenaga pendidik.
“Bagaimana SMK Bina Potensi ini bisa besar. Berkiblat (misalnya) dengan SMK Muhammadiyah!” tegasnya.
Saat ini, ia masih memetakan kekuatan dan kelemahan sekolah yang akan diramu menjadi strategi pengembangan.
Rekam jejak Asrul memang tidak diragukan. Selama memimpin SMKN 8 Palu, ia berhasil mendongkrak jumlah peserta didik dari 100 menjadi hampir 800 siswa. Pengalaman itu kini ia adaptasikan di SMK Bina Potensi Palu yang saat ini memiliki 130 siswa dengan empat jurusan, yakni Keperawatan, Teknik Komputer dan Jaringan (TKJ), Teknik Kendaraan Ringan Otomotif (TKRO), dan Perawatan dan Servis Sepeda Motor (PSDM).
“Semua jurusan ini bagus. Tinggal bagaimana guru-guru mempromosikan ke masyarakat Palu hingga kabupaten Sigi,” katanya.
Untuk meningkatkan kualitas pembelajaran, Asrul membawa metode yang pernah sukses ia terapkan di SMKN 8 Palu yaitu 80 persen praktik dan 20 persen teori.
Menurutnya, siswa SMK tidak boleh hanya terjebak di dalam kelas, apalagi di tengah suhu Kota Palu yang panas. Dia menambahkan metode studi lapangan, seperti mengajak siswa mengamati aktivitas ekonomi di Pasar Masomba dan pertokoan sekitar sekolah.
“Belajar di luar itu penting supaya guru dan siswa bisa eksplorasi ilmu langsung di lapangan,” tuturnya.
SMK Bina Potensi Palu saat ini memiliki 20 guru dengan 10 di antaranya honorer termasuk Kepsek Asrul. Sementara, Pegawai negeri sipil (PNS) hanya satu orang guru.
Meski hanya digaji sebagai honorer, Asrul tidak keberatan. Padahal, rumahnya berada di Mamboro, sementara sekolah terletak di wilayah Palu Selatan, tepatnya Jalan Darussalam No. 16, Kelurahan Tatura Utara.
Asrul mengungkapkan bahwa keputusannya mengabdi kembali bukan rencana pribadi. Dia mendapatkan tawaran dari Yayasan Bina Potensi Palu hanya dua minggu sebelum pensiun, saat menghadiri kegiatan musyawarah kerja kepala sekolah (MKKS) di SMKN 8.“Allah yang atur semua ini,” ujarnya.
Di bulan Oktober sekitar 3 minggu sebelum pensiun dia menerima tawaran itu. Meski Surat Keputusan (SK) Asrul baru akan keluar pada 1 November, tetapi dia sudah mulai menjalankan tugasnya di SMK Bipo.
Dia menerka, tawaran yayasan datang dari pengalaman suksesnya memajukan sekolah yang pernah dia pimpin sebelumnya. Tak hanya di SMKN 8, dia juga pernah menjadi kepala sekolah di SMA Mamboro.
Bagi Asrul, yang terpenting adalah yayasan memberi kebebasan untuknya berinovasi demi kemajuan sekolah. Dia tidak menuntut gaji besar ataupun fasilitas khusus. “Lebih banyak kita (berprinsip), padamu negeri!” tegasnya.
Menjelang Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB), Asrul menetapkan target realistis, tetapu menantang yakni 100 siswa baru. “Kalau 20 orang lulus, minimal harus ada 50 sampai 100 siswa pengganti,” ujarnya.
Baginya, pertumbuhan sekolah bukan sekadar angka, tetapi bukti bahwa kepercayaan masyarakat terhadap SMK Bina Potensi Palu terus meningkat.(cr1)
Editor : Nur Soima Ulfa