RADAR PALU – Dunia pendidikan vokasi di Indonesia terus bertransformasi menuju era industri hilirisasi. Salah satu motor penggeraknya adalah PT Indonesia Morowali Industrial Park (IMIP), yang kembali merealisasikan program beasiswa kelas hilirisasi bagi mahasiswa perguruan tinggi mitra.
Langkah ini bukan sekadar bentuk tanggung jawab sosial perusahaan, melainkan upaya strategis untuk membangun jembatan antara kampus dan kawasan industri, agar mahasiswa sejak dini mengenal langsung ekosistem kerja dan teknologi industri modern.
Terbaru, sebanyak 150 mahasiswa Universitas Tadulako (Untad) Palu, Sulawesi Tengah, mendapat kesempatan mengikuti kunjungan edukatif ke kawasan IMIP di Morowali.
Mereka adalah mahasiswa semester I dari program D4 Vokasi jurusan Teknologi Rekayasa Instalasi Mesin dan Teknologi Rekayasa Instalasi Listrik.
Dalam kunjungan itu, para mahasiswa melihat langsung rantai proses hilirisasi nikel — mulai dari pengolahan bahan mentah hingga menjadi bahan baku bernilai tinggi, termasuk material pendukung baterai listrik.
Mereka juga mengunjungi sejumlah fasilitas seperti PLTU, Workshop, Jetty, hingga PT QMB New Energy Materials, perusahaan yang berperan penting dalam ekosistem energi hijau IMIP.
Menurut HR Operation Head PT IMIP, Trisno Wasito, beasiswa kelas hilirisasi dirancang sebagai program pembentukan SDM unggul dan siap kerja yang mampu menjawab kebutuhan sektor mineral dan logam di masa depan.
“Kami ingin memastikan keterlibatan industri sejak proses pendidikan. Mahasiswa mendapatkan pembelajaran berbasis industri dan pendampingan intensif. Ke depan, akan ada sinergi penyusunan kurikulum antara kampus dan industri,” ujar Trisno, Senin (10/11).
Melalui program ini, IMIP menanggung penuh biaya kuliah (UKT) penerima beasiswa, serta memberikan kesempatan besar bagi mereka untuk berkarier langsung di kawasan industri Morowali.
Trisno menegaskan, beasiswa tersebut merupakan respon konkret terhadap kebutuhan SDM hilirisasi nasional. Ia juga menekankan pentingnya kedisiplinan dan peningkatan kualitas individu dalam mengikuti pembelajaran.
“Kami memastikan mahasiswa benar-benar meningkatkan kemampuan dan mematuhi aturan yang berlaku. Targetnya, mereka menjadi tenaga terampil yang relevan dengan kebutuhan industri,” katanya.
Kolaborasi IMIP dan Untad ini menjadi bagian dari Kampus Berdampak, sebuah kebijakan pendidikan tinggi yang menekankan pentingnya link and match antara dunia kampus dan dunia kerja.
Program kelas hilirisasi IMIP kini diproyeksikan sebagai model pendidikan vokasi nasional, dengan porsi 60–70 persen praktik langsung di industri, menjadikan mahasiswa bukan hanya lulusan akademik, tetapi juga profesional muda siap pakai di sektor hilirisasi logam dan energi. ***
Editor : Talib