Keberadaan AI bukan sekadar topik kajian teknologi, tetapi merambah sebagai bentuk kontribusi pengembangan berbagai bidang lainnya termasuk dunia pendidikan. Namun demikian, tidak semua unsur yang terlibat dalam dunia pendidikan memiliki pemahaman memadai terkait konsep penerapan AI secara etis serta produktif dalam konteks pembelajaran.
Saat ini tantangan regional yang paling signifikan adalah mempersiapkan generasi muda, pendidik, dan orang tua di wilayah ASEAN agar siap menghadapi AI di masa depan. Oleh karena itu, ASEAN Foundation dengan dukungan Google.org berkontribusi mengimplementasikan program AI Ready ASEAN yang telah dimulakan sejak tahun 2024.
Program ini dilaksanakan di 10 negara ASEAN target pemberdayaan lebih dari 5.500.000 juta jiwa. Di Indonesia program AI Ready ASEAN bekerja sama dengan berbagai Learning Implementation Partner (LIP), diantaranya bersama Mafindo. Mafindo (Masyarakat Anti Fitnah Indonesia) merupakan organisasi kemasyarakatan yang bertujuan mensosialisasikan bahaya informasi bohong (hoaks ) dan menciptakan imunitas terhadap hoaks di masyarakat Indonesia.
Mafindo melalui program AI Ready ASEAN Foundation memperoleh mandat untuk memberikan pelatihan kepada penerima manfaat yang akan dilaksanakan di 23 provinsi di Indonesia, salah satunya di Sulawesi Tengah. Pelaksanaan program AI Ready ASEAN di Sulawesi Tengah dilaksanakan di Aula FISIP Universitas Tadulako Kota Palu, Senin (10/11/2025). Pelatihan ini dikhususkan kepada pemuda/mahasiswa yang diikuti kurang lebih 100 orang dari berbagai kampus diantaranya Universitas Tadulako, AMIK Tri Dharma Palu, dan Universitas Azis Lamajido.
“Tujuan kita ini, berangkat dari tujuan awal Mafindo bagaimana kita meliterasi guru, mahasiswa, terus remaja dengan usia maksimal 35 tahun bahwa bagaimana sih, penggunaan AI dengan penggunaan teknologi yang saat ini sifatnya banyak hoaks, banyak pemberitaan yang sifatnya bisa difilter sebenarnya,” ujar Dwi rohma wulandari selaku Person in Charge (PIC) Mafindo Sulawesi Tengah.
Dalam implementasinya pelatihan AI Ready ASEAN menggunakan modul dari ASEAN Foundation. Isi modul dikelompokkan ke dalam empat kategori utama yakni AI Fundamental (Dasar AI), AI Usage & Implementation (Penggunaan & Implementasi AI), AI Ethic, Privacy & Security (Etika, Privasi & Keamanan AI) dan Teaching About AI (Mengajar Tentang AI).
Sebagai peserta, setiap mahasiswa/siswa diwajibkan untuk mengakses 15 modul pembelajaran dengan jam pembelajaran tertentu. Materi pembelajaran disampaikan dalam bentuk video, slide/ materi bacaan, dan Pre/Post Test Assessment.
“Mahasiswa adalah bagian dari semacam agen literasi untuk teman-teman yang lain,” sambungnya.
Di sisi lain, Project Officer AI Ready ASEAN Mafindo, Raudhotul Jannah, mengungkapkan AI yang memberikan banyak manfaat dan dukungan melalui beragam toolsnya juga harus digunakan secara bijak dan beretika. Ia mengapresiasi pelaksanaan pelatihan AI Ready ASEAN di Sulawesi Tengah oleh Mafindo Palu yang diikuti antusias oleh audiens.
Sementara itu, Koordinator Mafindo Palu, Dyah Puspita Kartika Sari berharap melalui kegiatan pelatihan ini mampu menambah pengetahuan tentang pengunaan AI serta mengetahui potensi serta dampak yang ditimbulkan oleh penggunaan AI. Secara khusus pelatihan Ini dibuka oleh Dekan FISIP Untad Dr Muh Nawawi yang ikut menyambut baik serta berharap kegiatan serupa dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. (*/cr1)
Editor : Nur Soima Ulfa