Di antara prestasi tersebut yaitu juara 3 Film Pendek, juara 1 Lomba Entrepeneurship Education Competition (EdCO) 2025 tingkat Provinsi Sulteng, juara 1 Festival Lomba PAI 2025 Cabang Lomba Musikalisasi Puisi tingkat Provinsi Sulteng, dan juara 1 Komik Digital tingkat provinsi pada Festival Lomba Seni dan Sastra Siswa Nasional.
Berkat hal itu, SMK MUHIPA mengirim satu siswanya bertanding dalam lomba komik digital di tingkat Nasional pada 17 - 21 November mendatang. “Alhamdulillah, di tingkat kota, SMK Muhipa yang mewakili ke tingkat provinsi. Pas di tingkat provinsi, dia (siswa) yang menang mewakili Sulawesi Tengah ke tingkat Nasional,” ujar Siti.
Dalam menunjang prestasi siswanya, sekolah melatih kemampuan siswa melalui ekstrakulikuler di setiap hari Jumat. Ekstrakulikuler pun beragam. Ada olahraga di antaranya futsal, karate, dan tapak suci. Terdapat pula bidang kesenian seperti nyanyi solo, menari, serta puisi. “Mana bakatnya siswa, silakan memilih. Sesuai dengan bakatnya!” tegasnya.
Kepsek Siti menambahkan, satu bulan sebelum kompetisi dimulai, siswa akan difokuskan untuk latihan. Demi hasil yang maksimal, siswa diberi izin absen kelas dengan keringanan mengerjakan tugas rumahan (PR). Pelatih pun didatangkan dari luar, sebagiannya lagi dibina oleh guru.
“Alhamdulillah itu, ekstrakulikulernya ada dari Bosnas (Bantuan Operasional Sekolah Nasional, red). Kami tidak pusing itu dengan Bosnas ini. Kemarin yang diselenggarakan oleh BI (Bank Indonesia) cerdas-cermat itu. Alhamdulillah Harapan I. Cuma, yang kegiatan (lomba) di UIN, hampir semua SMK MUHIPA yang juarai,” sambungnya.
Selain itu, siswa di SMK Muhipa juga langganan kejuaraan dalam lomba ceramah. “Kalau ceramah itu pasti juara 1. Kemarin juara 1 tingkat provinsi,” ungkapnya.
Optimisme tersebut berkat budaya pembiasaan kultum usai salat zuhur berjamaah. Terlebih, rutin setiap Jumat diadakan pelatihan ceramah yang dibina oleh guru.“Harapannya semoga sekolah ini menjadi (sekolah) swasta yang terbaik di Sulawesi Tengah,” harapnya.
Dia juga berharap kepercayaan masyarakat terkhusus wali murid pada sekolah tetap terjaga. Sebab tanpa hal itu, dia menegaskan sekolah tidak akan mampu berkembang dan maju.(cr1)
Editor : Nur Soima Ulfa