Dewan Pengawas Senior (DPS) organisasi Marching Band Tadulako, Stefr mengungkapkan lomba dilaksanakan selama dua hari, yakni mulai 31 Oktober hingga 1 November 2025. Perlombaan tersebut terdiri Marching Band dan Drumband.
“Tujuannya untuk mempererat sebenarnya komunitas marching band yang ada di Sulawesi Tengah,” ungkap Stefri.
Lebih lanjut, dia menjelaskan terdapat cabang lomba di dalam lomba Marching Band dan Drumband. Selain Street Parade, ada pula Color Grade Contest, Solo Color Grade, Battle Percussion, Solo Brass, dan ada beberapa kegiatan lain. Street Parade sendiri diikuti 10 sekolah dan Marching Open Class oleh 1 sekolah.
“Untuk Junior Class ada 10 yang mendaftar dari seluruh Sulawesi dan 1 dari Milian Warni Corps untuk di sesi Open asal kota Palu,” lanjutnya.
Stefri menerangkan bahwa Junior Class khusus tingkat SD – SMA, sedangkan Open Class untuk gabungan dari berbagai usia. Kegiatan ini juga menggaet berbagai sponsor yaitu Solo Indah, Good Day, Wings, Wings Cofee Indonesia, dan Mitra Kaos.
Dia berharap kegiatan lomba Marching Band dan Drumband senantiasa diadakan dan mendapat dukungan dari pemerintah khususnya Kota Palu dan Provinsi Sulawesi Tengah. Dengan begitu, kata dia, kegiatan akan lebih banyak mendapatkan sponsor.
“Dan dapat menjadi salah satu kegiatan yang sebenarnya akan bisa dilombakan di tingkat nasional karena marching band itu di bawah naungan Korni bisa dibawa ke FORNAS,” harapnya.
Pada street parade, peserta mengelilingi area kampus dimulai dari auditorium, turun ke arah bank, lalu berbelok ke depan Perpustakaan Universitas, lalu naik melewati lapangan kampus hingga berhenti di Auditorium.
Gema suara drum, pianika, dan alat marsching band mengalun sepanjang jalan di area tersebut. Para staf, mahasiswa, hingga pedagang pun turut berdiri di bahu jalan demi menyaksikan penampilan memukau dari berbagai sekolah.
Kegiatan itu pun mengundang antusiasme peserta. Yosia Siswanto Wondou (21) misalnya. Siswa asal SMP GKST Poso pemain pianika yang mengungkapkan rasa senangnya. “Capek, tapi seru!” sahutnya.
Meski harus berpanas-panasan meragakan parade di pukul 10 pagi, pantauan Radar Palu Jawa Pos Group, terlihat senyum Yosia dan kawan-kawannya tetap mengembang di wajah mereka. Rasa senang begitu tampak.(cr1)
Editor : Nur Soima Ulfa