Komisi III DPRD Sulteng Desak PLN Optimalkan Sumber Energi Lokal

Annisa Wibdy • Dipublikasikan Rabu, 16 September 2026 | 08:26 WIB
Anggota Komisi III DPRD Sulteng, Musliman. FOTO: Annisa Nurul Wibdy.
Anggota Komisi III DPRD Sulteng, Musliman. FOTO: Annisa Nurul Wibdy.

RADAR PALU - Komisi III DPRD Sulawesi Tengah meminta PT PLN UP3 Palu mengoptimalkan potensi sumber energi yang tersedia di Sulawesi Tengah untuk memenuhi kebutuhan listrik masyarakat.

Hal itu disampaikan Anggota Komisi III DPRD Sulteng, Musliman, dalam agenda rapat dengar pendapat (RDP) bersama PLN UP3 Palu, di ruang baruga lantai 3 DPRD Sulteng pukul 20.00. Selasa, (15/9/2026). RDP tersebut membahas kondisi kelistrikan dan kebutuhan energi di Sulawesi Tengah.

Rapat dipimpin Ketua Komisi III DPRD Sulteng Dandi adhiprabowo, didampingi Zainal Abidin Ishak dan dihadiri anggota Komisi III lainnya, yakni Marten Tibe, Royke, Musliman, Alfiani Eliata Sallata, Takwin, Sadat Anwar Bahalia, serta Abdul rahman.

Baca Juga: Kemenkum Sulteng dan Pemkab Donggala Perkuat Ekosistem Tenun

Dalam rapat tersebut, Musliman mempertanyakan besaran kebutuhan listrik yang digunakan di seluruh wilayah Sulawesi Tengah serta potensi pembangkit yang telah masuk dalam sistem jaringan atau grid.

“Bagi saya, berapa yang dipakai di seluruh Sulawesi Tengah ini? Seluruhnya, tunggu dulu, jangan menjawab. Kemudian, berapa potensi yang sudah masuk ke dalam grid? Apakah itu PLTD-nya, apakah itu PLTU-nya, apakah itu PLTA-nya? Berapa semuanya itu?” ujar Musliman dalam Rapat Dengar Pendapat. Selasa, (15/9/2026). 

Ia juga meminta PLN menjelaskan besaran kehilangan daya atau loss yang terjadi serta kontribusi Sulawesi Tengah terhadap sistem kelistrikan yang lebih besar. Menurutnya, data tersebut penting untuk melihat posisi daerah dalam sistem kelistrikan nasional.

Baca Juga: Kemenkum Sulteng Dorong Poltekkes Palu Perkuat Pendaftaran Kekayaan Intelektual

Musliman menilai Sulawesi Tengah memiliki sumber energi besar, salah satunya PLTA Sulewana, yang selama ini memberikan kontribusi terhadap sistem kelistrikan. Karena itu, ia mendorong adanya ruang bagi daerah untuk melakukan negosiasi terkait pemanfaatan energi yang berasal dari Sulawesi Tengah.

“Sulawesi Tengah ini punya sumber seperti PLTA Sulewana. Tentu punya kontribusi besar untuk grid yang besar ini. Nah, pertanyaannya, kenapa kita tidak bisa atur, misalnya, jangan terlalu banyak di Sulawesi Selatan. Kita bisa bargaining, bahwa daerah kita ini yang punya sumber,” katanya.

Menurut Musliman, kebutuhan listrik di Sulawesi Tengah semakin penting seiring pertumbuhan ekonomi daerah. Ia menilai ketersediaan listrik menjadi kebutuhan esensial masyarakat sehingga persoalan kelistrikan harus mendapat penanganan yang konkret.

Baca Juga: Dekan FH Untad Dorong Mahasiswa Jadi Duta Kerukunan

“Kami butuh, apalagi Bapak sudah bilang tadi, ekonomi yang mulai tumbuh, berkembang sekarang di Sulawesi Tengah. Artinya, kelistrikan sangat dibutuhkan. Memang saat ini sudah pakai prabayar semua. Artinya, masalah listrik adalah masalah esensial sekali di masyarakat,” ujarnya.

Ia menegaskan PLN memiliki peran penting dalam mengatur sistem distribusi karena sumber energi seperti PLTA Sulewana hanya menyediakan energi, sedangkan jaringan dan sistem kelistrikan berada dalam pengelolaan PLN. Musliman juga meminta pembangkit yang tersedia dapat dioptimalkan, termasuk pembangkit berbahan bakar solar ketika kondisi membutuhkan.

“Kalau dalam kondisi emergensi seperti ini, harus dipakai itu. Bagaimana caranya? Itulah yang kira-kira menjadi pertanyaan. Kami ini akan disuruh menjawab sama masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: Kanwil Kemenkum Sulteng Perluas Akses Bantuan Hukum bagi Masyarakat

Musliman berharap PLN memberikan penjelasan yang praktis mengenai kondisi dan pengelolaan energi di Sulawesi Tengah sehingga DPRD memiliki jawaban yang jelas ketika menyampaikan informasi kepada masyarakat. Ia menekankan pentingnya langkah konkret PLN dalam memastikan kebutuhan listrik masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Editor : Annisa Wibdy
Kelistrikan PLTA Sulewana DPRD Sulteng sulawesi tengah pln