RADAR PALU – Ketua Fraksi PKS DPRD Sulteng, Hj Wiwik Jumatul Rofi’ah, S.Ag, MH menjadi satu-satunya anggota DPRD Sulteng yang menerima kedatangan massa aksi dari Universitas Tadulako (Untad), yang menggelar aksinya, Kamis (10/09/2026).
Bunda Wiwik, sapaan akrabnya duduk lesehan di aspal sambil menerima semua tuntutan mahasiswa. Bunda Wiwik, juga melakukan dialog dengan mahasiswa yang mengaku pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM).
Dalam tuntutannya, mahasiswa menyebutkan ada 13 poin yang mereka minta agar segera diselesaikan. Di antaranya terkait lingkungan, masalah MBG, revisi Keputusan Menteri terkait Dana Bagi Hasil dan masalah Pendidikan.
Baca Juga: Bunda Wiwik: Terima Kasih Mahasiswa Ikut Peduli Soal DBH dan LGBT
Bunda Wiwik, berusaha untuk menjawab semua poin tuntutan massa aksi. Tentu saja, jawaban yang disampaikan Sekretaris Komisi IV tersebut, sesuai dengan Tupoksinya, serta apa saja yang diketahuinya.
“Saya tidak akan jawab kalau memang saya tidak tahu. Misalnya kalau ditanya Dimana anggota DPRD yang lain, setahu saya ada mereka sedang bekerja juga yakni melakukan Kunjungan Dalam Daerah. Begitupun para pimpinan DPRD, semuanya lagi ada tugas kedinasan. Apakah semua lagi kunjungan? Saya tidak tahu satu persatu. Kalau saya kenapa ada di sini, karena Dapil saya kan Kota Palu,”kata Bunda Wiwik.
Di antara tuntutan mahasiswa, Bunda Wiwik memberikan atensi aspirasi terkait Pendidikan. Kata massa, bahwa walaupun banyak mendapatkan apresiasi, termasuk dari luar Sulawesi Tengah terkait program Berani Cerdas, namun ada hal yang perlu dievaluasi.
Baca Juga: Bunda Wiwik Dorong Perempuan Sulteng Lebih Aktif Terlibat dalam Politik
“Bahwa berani cerdas itu, tidak semata-mata hanya bantuan beasiswa. Kita bicara Pendidikan, maka tentu saja masalah infrastruktur. Nah saya lihat langsung, ada SMA Negeri yang bangunan dan sarananya sudah memprihatinkan, tapi tidak pernah diperbaiki,”kata mahasiswa tersebut.
Menanggapi aspirasi tersebut, Bunda Wiwik mengaku setuju. Bicara tentang peningkatan SDM melalui program Pendidikan, maka banyak aspek yang perlu disentuh. Bukan hanya pemberian beasiswa, tetapi juga insfrastruktur atau Sarana dan Prasarananya. Juga termasuk katanya, masalah kesejahteran dan pemberian insentif kepada guru dan tenaga kependidikan.
“Demikian pula dengan masalah MBG. Jauh sebelum adik-adik datang, kami sudah mendatangi Badan Gizi Nasional (BGN). Kami minta program MBG harus dievaluasi. Memang ada banyak kekurangan di sana-sini, tetapi tidak sedikit juga yang merasakan manfaat MBG. Olehnya itu, kami minta ada perbaikan dan evaluasi,”katanya lagi.
Baca Juga: Asrullah Apresiasi Launching e-Griya Tolis dan e-Sikap Pasca Bencana
Keberanian Bunda Wiwik mendatangi massa aksi dan berdialog, bahkan duduk lesehan di aspal yang masih hangat karena cuaca, mengundang decak kagum Sebagian orang yang ikut mendengarkan diskusi Bunda Wiwik dengan para mahasiswa.
“Mantap le, langsung duduk di aspal Beliau dan tidak sungkan dialog dengan kita,”kata salah seorang mahasiswa yang mengenakan almamater Untad dan berkacamata.(***)
Editor : Muchsin Siradjudin