RADAR PALU - Cuaca panas, kering, dan disertai angin yang terjadi di Kota Palu meningkatkan risiko kebakaran. Ketua DPRD Kota Palu, Rico Djanggola, meminta masyarakat memperketat kewaspadaan dan menghindari aktivitas yang dapat memicu munculnya api.
Rico mengatakan kondisi cuaca saat ini cukup berisiko karena api dapat dengan mudah muncul dan menyebar, terutama jika terjadi pembakaran yang tidak terkendali.
“Menurut saya dengan kondisi cuaca di Palu saat ini, memang sangat riskan dan gampang terjadi kebakaran,” kata Rico. Minggu, (6/9/2026).
Baca Juga: Mutmainah Korona Dalami Kepemimpinan dan Integritas Publik di Australia
Menurutnya, cuaca yang panas terik, kering, serta disertai angin menjadi salah satu faktor yang dapat memperbesar risiko terjadinya kebakaran, baik di kawasan permukiman maupun lahan terbuka.
Karena itu, Rico mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi menjadi sumber api. Menurutnya, pencegahan harus dilakukan bersama untuk mengurangi risiko kebakaran.
Di sisi lain, Rico mengapresiasi respons cepat petugas Pemadam Kebakaran Kota Palu dalam menangani sejumlah kejadian kebakaran yang terjadi belakangan ini.
Baca Juga: Sambut Selvi Ananda, IKD DPRD Sulteng Tampilkan Kehangatan
Ia juga mengapresiasi pihak-pihak lain yang turut membantu proses pemadaman. Menurutnya, kerja sama berbagai pihak sangat dibutuhkan agar kebakaran dapat segera dikendalikan dan tidak meluas.
“Saya mengapresiasi respons cepat pemadam kebakaran Kota Palu dan pihak-pihak lain yang saling membantu memadamkan kebakaran yang terjadi,” ujarnya.
Rico secara khusus mengimbau masyarakat untuk tidak membakar sampah, baik di pekarangan rumah maupun di lahan terbuka. Aktivitas tersebut dinilai berisiko, terlebih ketika kondisi cuaca panas dan berangin.
Baca Juga: Ketua Fraksi PKS Sulteng Hadiri Salat Istisqa, Serukan Kepedulian Terhadap Lingkungan
Selain itu, masyarakat diminta tidak membuang puntung rokok maupun sisa-sisa pembakaran secara sembarangan. Rico berharap kewaspadaan masyarakat dapat membantu mencegah kebakaran dan meminimalkan dampaknya di Kota Palu.
Editor : Annisa Wibdy