RADAR PALU - Komisi A DPRD Kota Palu mendorong Pemerintah Kota Palu menambah armada pengangkut sampah untuk memperkuat pelayanan kebersihan di seluruh wilayah kota.
Anggota Komisi A DPRD Kota Palu, Rustia Tompo, mengatakan kondisi penanganan sampah di Kota Palu saat ini sudah cukup baik. Namun, persoalan keterbatasan armada masih menjadi kendala yang perlu segera diatasi.
Menurutnya, penambahan armada penting untuk menjaga kebersihan Kota Palu sekaligus mendukung program pemerintah kota dalam meningkatkan kualitas lingkungan.
Baca Juga: Komisi B DPRD Palu Dalami Perubahan Anggaran 2026, Soroti Sinkronisasi Data
“Kalau kita melihat situasi kota Palu sudah cukup lumayan mengenai masalah penanganan sampah. Dan untuk menjaga supaya kota ini benar-benar terbebas dari sampah, antisipasi kita benar-benar konsen nanti di mana banggar itu kita akan melakukan penambahan armada,” kata Rustia. Selasa, (1/9/2026).
Ia menegaskan Komisi A akan mendorong dukungan anggaran untuk pengadaan armada pengangkut sampah dalam pembahasan di Badan Anggaran (Banggar) DPRD Kota Palu.
Rustia menyebut kebutuhan armada pengangkut sampah saat ini cukup mendesak karena hampir di setiap wilayah yang dikunjunginya masih ditemukan persoalan keterbatasan transportasi pengangkutan sampah.
Baca Juga: Komisi C DPRD Palu Akan Panggil Dishub Bahas Jukir
“Kita itu menginginkan kalau bisa itu sampai 10-15 unit. Penambahan untuk di setiap tempat,” ujarnya.
Menurut Rustia, peningkatan armada juga harus diikuti dengan pelayanan pengangkutan yang tepat waktu. Hal tersebut dinilai penting karena masyarakat telah membayar iuran atau retribusi pelayanan sampah setiap bulan.
“Kita memaksakan semua orang melakukan bayar bulanan sampah, tetapi kita juga memintakan pengangkutan sampah itu tepat waktu, agar mereka juga sebagai pembayar merasa puas dengan servis,” katanya.
Baca Juga: Lima Gugatan Pilkades Morowali Utara Ditolak
Ia berharap dukungan terhadap armada pengangkutan sampah dapat menjadi bagian penting dalam menjalankan program Pemerintah Kota Palu menuju kota yang lebih bersih.
Rustia juga mengingatkan masyarakat agar tidak mengeluarkan sampah terlalu jauh sebelum jadwal pengangkutan. Menurutnya, sampah sebaiknya dikeluarkan sekitar satu jam sebelum armada datang untuk menghindari sampah berserakan akibat kucing maupun hewan lainnya.
“Jadi sejam sebelum diangkat, tolong semua sampah yang ada di dalam dikeluarkan. Supaya tidak ada yang tertinggal, karena ini juga salah satu masalah kesehatan,” ujarnya.
Baca Juga: Musda Guntur Minta OPD Morut Cermat Susun APBD
Rustia menambahkan, berdasarkan informasi yang diterimanya, pengangkutan sampah di sejumlah wilayah rata-rata dilakukan sekitar pukul 17.00 WITA. Karena itu, warga diminta menyesuaikan waktu mengeluarkan sampah agar proses pengangkutan berjalan lebih tertib.
Ia menilai keterbatasan armada sampai membuat petugas harus mengangkut sampah hingga malam hari. Karena itu, penambahan transportasi pengangkut sampah dinilai menjadi salah satu kebutuhan yang harus diperhatikan dalam pembahasan anggaran perubahan.
Editor : Annisa Wibdy