RADAR PALU - Anggota DPRD Kota Palu, Mutmainnah Korona, menggelar Reses Caturwulan II Masa Persidangan Tahun 2026 di Jalan Marukaluli RT 005/RW 002, Kelurahan Lambara, Kecamatan Tawaeli, Kota Palu, Jumat (21/8/2026). Reses tersebut secara khusus difokuskan untuk mendengarkan aspirasi anak-anak.
Kegiatan ini mengusung konsep reses partisipatif tematik dengan menjadikan anak-anak sebagai kelompok utama dalam penjaringan aspirasi. Mutmainnah mengatakan, forum tersebut menjadi ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan persoalan yang mereka hadapi di sekolah maupun lingkungan sekitar.
“Sebetulnya kita mau menyediakan ruang edukasi tadi tentang bagaimana pentingnya digital, apalagi pembatasan digital. Cuma karena waktunya kurang efektif, karena waktunya sangat pendek, antara zuhur ke asar, sehingga kita fokus ke mendengarkan aspirasi,” kata Mutmainnah.
Baca Juga: Membumikan Hilirisasi Konstitusional di Akar Rumput
Ia mengatakan, sejumlah anak menyampaikan aspirasi secara langsung dan mewakili kondisi yang terjadi di sekolah masing-masing. Salah satunya berasal dari SDN 10 Talise yang menyampaikan persoalan bantuan pascagempa dengan penuh haru.
“Jadi tadi itu ada anak-anak yang menurut saya luar biasa ya, mereka memberikan semacam ruang curhatnya, yang dia mewakili sekolah, misalnya terkait SDN 10 Talise,” ujarnya.
Selain SDN 10 Talise, aspirasi juga disampaikan terkait SMP 16 dan SDN 2. Salah satu persoalan yang muncul yakni program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang disebut belum diterima oleh siswa di sekolah tersebut.
Baca Juga: Koko Erick dan Cici Eugine Terpilih sebagai Koko Cici Sulawesi Tengah 2026
“Sambil dia sudah berkaca-kaca, matanya dia menyampaikan bahwa sejak pascagempa sampai hari ini tidak pernah ada bantuan mobilnya buat mereka. Kemudian ada SMP 16, kemudian ada SDN 2, tentang MBG tidak masuk sama mereka, kemudian seperti itu,” jelasnya.
Mutmainnah menilai, ruang bagi anak-anak untuk menyampaikan pendapat dan persoalan yang mereka alami perlu terus diperkuat. Menurutnya, aspirasi anak harus menjadi bagian dari perhatian dalam penyusunan kebijakan.
“Jadi memang ruang-ruang aspirasi seperti itu yang memang harus selalu dikuatkan,” katanya.
Baca Juga: Kemenkum Sulteng Pastikan Kanal Pengaduan Tak Sekadar Formalitas
Ia menjelaskan, reses tersebut merupakan bagian dari reses partisipatif tematik yang sebelumnya juga menyasar kelompok penyandang disabilitas. Fokus tersebut dilakukan agar aspirasi kelompok tertentu dapat didengar secara lebih langsung dan spesifik.
“Saya memang di reses ini, ada dua spesifik yang memang akan ini, karena namanya reses partisipatif tematik. Ini fokus kepada anak-anak. Kemarin saya penyandang disabilitas,” ungkapnya.
Dalam penjaringan aspirasi tersebut, Mutmainnah turut menghadirkan sejumlah pihak terkait, di antaranya Dinas Pendidikan, Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, kepolisian, serta unsur pemerintah kecamatan dan kelurahan.
Baca Juga: Bidik WBBM, Kemenkum Sulteng Perkuat Kualitas Pelayanan Publik
Reses Mutmainnah Korona dikoordinasikan oleh Husnah dan Dina Fidiana, dengan pendamping Darsim serta Bunga Rizky Amalia.
Editor : Annisa Wibdy