RADAR PALU - Ancaman pohon tumbang mulai bikin resah warga Palu. DPRD pun angkat suara, menyoroti lambatnya respons Dinas Lingkungan Hidup (DLH) dalam menangani pemangkasan pohon berisiko.
Sorotan itu disampaikan Anggota Pansus DPRD Kota Palu, Alfian Chaniago, dalam rapat pembahasan LKPJ Tahun Anggaran 2025 di ruang rapat DPRD Kota Palu, Jalan Moh. Hatta, Rabu (22/4/2026).
Alfian mengungkapkan, masih banyak laporan masyarakat terkait pohon miring yang belum ditindaklanjuti secara cepat oleh DLH.
Baca Juga: DPRD Palu Semprot DLH, Sampah Menumpuk Tak Terangkut
“Ada beberapa pohon yang sudah saya laporkan ke DLH untuk dipangkas karena kondisinya miring dan berpotensi membahayakan,” tegasnya.
Menurutnya, kondisi ini tidak bisa dianggap sepele. Apalagi, pohon-pohon yang rawan tumbang bisa mengancam keselamatan warga, terutama saat cuaca ekstrem.
Ia meminta DLH terbuka jika memang terkendala tenaga atau anggaran. DPRD, kata dia, siap ikut mencarikan solusi.
“Kalau memang kurang tenaga atau anggaran, sampaikan. Supaya kami di DPRD bisa tahu dan mendukung untuk perbaikan,” lanjut Alfian.
Baca Juga: DLH Palu Akan Koordinasi dengan DKP Terkait Sampah Kiriman di Pantai Ruru
Tak hanya soal respons, ia juga menyoroti kondisi peralatan operasional DLH yang dinilai sudah mulai usang dan tidak memadai.
“Saya lihat alat-alat di lapangan juga sudah mulai tidak layak. Ini harus dipikirkan, jangan menunggu rusak total baru dianggarkan,” ujarnya.
Alfian juga mendorong perbaikan sistem pendataan dan monitoring. Tujuannya, agar setiap laporan warga bisa ditindaklanjuti lebih cepat dan transparan.
Menanggapi kritik tersebut, Kepala DLH Kota Palu, Mohamad Arif, mengakui adanya keterbatasan di lapangan.
Ia menyebut jumlah pohon yang menjadi tanggung jawab DLH saat ini mencapai lebih dari seribu. Sementara armada pemangkasan yang tersedia hanya dua unit, ditambah satu unit armada pengangkut.
“Pemangkasan harus diimbangi dengan pengangkutan. Tidak mungkin setelah dipangkas kemudian dibiarkan. Ini yang menjadi tantangan kami di lapangan,” jelasnya.
Baca Juga: DLH Ungkap Alasan Taman Lasoso Palu Ditutup Sementara
Kondisi ini, lanjut Arif, menjadi pekerjaan rumah besar bagi DLH. Di satu sisi, tuntutan pelayanan meningkat, namun sarana yang tersedia masih terbatas.
Meski begitu, DLH berjanji akan melakukan pembenahan secara bertahap. Salah satunya dengan mengusulkan penambahan armada operasional pada tahun 2026.
“Tahun ini kami akan mengusulkan tambahan armada, khususnya untuk pengangkutan hasil pemangkasan pohon dan sampah, agar pelayanan bisa lebih maksimal,” ujarnya.
Usulan itu rencananya akan diajukan melalui APBD maupun kerja sama dengan pihak mitra.
Di tengah keterbatasan tersebut, Arif menegaskan komitmen DLH untuk tetap memprioritaskan pelayanan kepada masyarakat.
“Kami sepakat pelayanan kepada masyarakat adalah prioritas utama, dan kami akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan,” pungkasnya.
Sorotan DPRD ini jadi alarm keras bagi DLH. Di tengah risiko pohon tumbang yang mengintai, warga kini menunggu aksi cepat, bukan sekadar janji.***
Editor : Muhammad Awaludin