Isu Impor Udang,  Alarm Kuat Daya Saing Industri Udang Nasional

Muchsin Siradjudin • Dipublikasikan Rabu, 12 Agustus 2026 | 16:07 WIB
Hasanuddin Atjo (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
Hasanuddin Atjo (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

 

 

Perlu Peta Jalan Menekan HPP

Oleh: Hasanuddin Atjo *)

ISU Impor Udang  kembali hangat setelah 20 tahun yang tahun lalu pernah menghebohkan industri udang dalam Negeri.  Isu seperti ini sangat sensitif  karena terkait hajat hidup  ratusan ribu pelaku usaha  tambak udang.

Rabu, 12 Agustus 2026. Ketua Schrimp Club Indonesia  (SCI), Prof. Andi Tamsil dan jajaran mendatangi dan  berdialog  dengan pihak KKP , dalam hal ini Dirjen Daya Saing dan Budidaya.

Berita baik dari Dialog tersebut bahwa sinyalamen Impor Udang ada benarnya.  Batam  serta Surabaya menjadi  pintu masuk Impor tersebut. Udang jenis Pink masuk melalui Pelabuhan Batam sementara jenis Vanane melalui kawasan berikut Surabaya.

Baca Juga: Puluhan Madrasah di Sulteng Mangkrak, Balai PUPR Disorot

Pihak KKP (Kenentrian Kelautan dan Petikanan)  berpihak pada kepentingan Petambak udang. Dan tidak akan mentolerir Impor Udang, terutama jenis yang banyak dibudidayakan yaitu Vaname dan Windu.

Dibalik  isu Impor tersebut, maka momen ini  menjadi alarm serius bagi Pemerintah maupun Pelaku usaha.  Menekan  HPP menjadi salah satu agenda yang penting, mengingat harga udang impor ditawarkan satu dollar US lebih murah.

Pemerintah bersama asosiasi dan unsur  akademisi/praktisi  diharapkan dapat berkolaborasi menyusun peta jalan menekan HPP dan memperkuat daya saing industri udang Nasional.

Baca Juga: Sulteng Bidik Pasar Dunia, Anwar Hafid Ingin Jadi Raja Durian

Perkuatan sinergitas lembaga Penerintah  dalam membangun daya saing sangat dibutuhkan. Penerapan tarif izin  tambak seperti RKPPL  dan ALSE ada baiknya ditunda  senentara waktu. 

Demikian pula halnya dengan pajak impor  bahan baku untuk input produksi seperti tepung ikan dan komponennya serta peralatan dan mesin agar daya saing tidak semakin tergerus. 

Perlu dipetakan variabel ongkos produksi termasuk izin dan pajak  yang bisa dipangkas agar usaha budidaya udang  tetap bersaing dan berkelanjutan.(***)

*) Penulis adalah Dewan Pakar SCI.

Editor : Muchsin Siradjudin
Impor Udang Daya saing nasional isu