Kampung Nelayan Merah Putih Terintegrasi Kopdes Merah Putih, Harapan Majukan Wilayah dan Sejahterahkan Warga  Pesisir

Muchsin Siradjudin • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 12:11 WIB
H. Hasanuddin Atjo (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
H. Hasanuddin Atjo (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).

Oleh: Hasanuddin Atjo *)

DUA program Presiden Prabowo  Subianto,  Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP)  bersama   Koperasi Desa  (Kopdes) merah Putih  dinilai sejumlah kalangan  strategis mengurai benang kusut   bagi kemajuan - kesejahteraan wilayah dan warga  pesisir.

​Strategi integrasi ini  diharapkan berfokus pada transformasi pola kerja dari cara konvensional ke ekosistem bisnis perikanan yang terstruktur, basis korporatisasi dan  beroerientasi daya saing. 

Merealisasikan target ini bukan  perkara mudah, dan perlu satu skenario berorientasi outcome (hasil)  berkelanjutan. Karena itu  kualitas perencanaan maupun  implementasi kedua program itu  menjadi kunci.  

Baca Juga: Mentan Amran dan Putra Presiden Belarus Bahas Penguatan Kerja Sama Pertanian

Melalui pendekatan outcome,  produktivittas dan posisi tawar  para nelayan dan  pembudidaya  skala kecil  serta pemasar bisa terdongkrak dan dirasakan  yang selama  ini masih menjadi soal.

Saat ini Pemerintah, melalui KKP (Kementrian Kelautan Perikanan) telah membangun sejumlah titik KNMP di seluruh  Indonedia dari sekala yang paling  sederhana hingga Modern.

Investasi membangun  KNMP modern  mencapai angka   Rp 22 milyar.  Alokasi anggaran  itu  diperuntukan untuk membangun sejumlah infrastruktur mauoun fasilitas lainnya.

Baca Juga: Mendorong Daya Saing Industri Udang Melalui Harmonisasi Kewenangan, Equador Bisa Dicontoh

Mulai  pemukiman Nelayan, Pelabuhan Perikanan, Pabrik es, Coldstoredge,  SPBN (Stasiun Pengisian Bahan Bakar Nelayan)  tenan kenutuhan Peralatan dan logistik Nelayan hingga kuliner 

Sementara itu  Kopdes merah putih akan menjadi pengelola KNMP itu  dan antara lain bisa memanfaatkan  dana Desa  sebesar 40 - 50 % dari dana Desa sebagai modal awal.

Membangun infrastruktur  itu  relatif lebih mudah.  Namun yang menjadi  soal selama ini adalah bagaimana pemanfaatannya agar berdampak  sebagaimana yang diharapkan.

Baca Juga: Lahan Pertanian Duyu Kian Menyusut Akibat Alih Fungsi Jadi Perumahan, Ini Faktanya

Sejumlah faktor  perlu mendapat perhatian ditengah penerapan  kebijakan  efisiensi anggaran melalui pemangkasan  dana TKD (transfer ke daerah) yang saat ini sedang  berlangsung.

Pertama, pemilihan lokasi  yang representatif sering jadi masalah yang berulang.  Apalagi urusan itu menjadi kewqjiban daerah (Kabupaten dan Kota). Alasan efisiensi  pemangkasan TKD tentu tidak bisa menjadi  dasar.

Pemerintah Daerah diharapkan memberi prioritas  bagi  kedua  program kerakyatan tersebut yang dinilai bisa mengurai soal ketertinggalan warga pesisir dan capaian target Indonesia Emas tahun 2045.

Baca Juga: Berhasrat Menjadi Raja Udang Global 2045, Modelling dan Peta Jalan Tambak Rakyat Menjadi Salah Satu Prioritas

Kedua, Koperasi  yang selama ini terkesan tifak profesional  dalam   mengelola  usahanya dipandang  perlu mendapat perhatian super prioritas agar investasi  besar itu tidsk sia sia. Upaya pembekalan calon manajer koperasi secara serius yang sedang berlangsung  dinilai merupakan upaya yang strategis.

SDM koperasi menjadi janntung kedua  terhadap pencapaian target  KNMP dan Kopdes Merah Putih.  Mereka akan berperan sebagai offtaker  bagi Nelayan, Pembudidaya skala kecil dan UMKM terkait bisnis perikanan.

Mulai penyediaan input produksi, pemasaran hasil, mengelola  usaha simpan pinjam hingga membuka akses pinjaman bagi seluruh  anggota koperasi.

Baca Juga: Tambak Udang Tradisional Diujung Ketidapastian, Potensi  Terabaikan,  Perlu Intervensi

Ketiga,  pembinaan KNMP dan  koperasi oleh Penerintah (pusat dan  daerah) dipandang  faktor yang tidak kalah strategisnya.  Keterlibatan Perguruan  Tinggi dan  lembaga riset  diharapkan menjadi sebuah budaya baru.

KNMP dan Kopdes Merah Putih diharapkan menjadi lokus riset dari  kedua lembaga akademik dalam melaksanakan tugas dan fungsinya.(***) 


​*) Penulis adalah pengamat pembangunan.

Editor : Muchsin Siradjudin
Merah Putih Desa Bubung Sejahterakan warga Kopdes Merah Putih kampung nelayan