Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Hi. Erwin Burase, S. Kom Pemimpin yang Hadir dari Hati Rakyat

Muchsin Siradjudin • Senin, 9 Maret 2026 | 19:47 WIB

Dedi Askary (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
Dedi Askary (FOTO: ISTIMEWA/RADAR PALU).
 

Oleh: Dedi Askary, SH.

DI TENGAH riuhnya panggung politik Parigi Moutong yang sering kali diwarnai janji-janji besar, sosok Erwin Burase muncul dengan pembawaan yang berbeda.

Ia bukanlah pemimpin yang datang dengan jarak, melainkan seorang figur yang kehadirannya senantiasa dirasakan dekat oleh orang-orang kecil.

Bagi masyarakat di pesisir pantai hingga ke pelosok pegunungan, Erwin adalah cerminan dari pemimpin yang "tumbuh bersama rakyat."

Memimpin dengan Telinga, Bukan Hanya Suara

Jika banyak politisi lebih gemar berbicara di depan mikrofon, Erwin dikenal sebagai sosok yang lebih banyak mendengar. Ia memahami bahwa persoalan Parigi Moutong—dari urusan sawah, melaut, hingga infrastruktur desa—hanya bisa dipahami dengan cara duduk bersama di teras rumah warga atau di bawah pohon peneduh.

Gaya kepemimpinannya tidak kaku dan jauh dari kesan formalitas birokrasi yang rumit. Ia meruntuhkan sekat antara pejabat dan rakyat, menunjukkan bahwa kekuasaan hanyalah alat untuk menyambung lidah mereka yang selama ini kurang terdengar.

Kesederhanaan sebagai Nafas Perjuangan

Yang membuat Erwin Burase begitu diterima di berbagai kalangan adalah kesederhanaannya yang asli, bukan polesan citra. Ia tampil apa adanya, berbicara dengan bahasa yang mudah dimengerti, dan memiliki kepekaan sosial yang tinggi.

 

 

Baca Juga: Polda Sulteng Diminta Usut Pemodal Tambang Ilegal di Parimo

Baginya, menjadi Bupati bukan tentang duduk di kursi empuk, melainkan tentang tanggung jawab moral untuk memastikan setiap rumah tangga di Parigi Moutong merasakan perubahan yang nyata.

Dalam setiap langkahnya, ia membawa semangat kerakyatan yang substantif:

Kehadiran Nyata:

Selalu turun ke lapangan untuk memastikan program tepat sasaran.

 

Koneksi Emosional:

Membangun hubungan yang hangat dan kekeluargaan dengan masyarakat.

Komitmen pada Akar Rumput:

Memfokuskan kebijakan pada sektor-sektor yang menyentuh langsung kehidupan rakyat kecil, seperti pertanian dan perikanan.

Menjaga Amanah dengan Kerja Nyata.

Erwin membuktikan bahwa kepemimpinan yang kuat tidak harus selalu meledak-ledak. Kekuatannya justru terletak pada ketenangannya dalam mengurai masalah dan ketegasannya dalam memihak pada kepentingan orang banyak.

Ia adalah tipe pekerja yang tidak butuh banyak tepuk tangan, karena baginya, senyum puas dari masyarakat yang dilayaninya adalah penghargaan tertinggi.

Di pundak Erwin Burase, masyarakat Parigi Moutong menaruh harapan akan masa depan yang lebih berkeadilan. Ia adalah simbol bahwa seorang anak daerah bisa memimpin dengan kerendahan hati, membawa perubahan tanpa harus kehilangan jati diri sebagai bagian dari rakyat itu sendiri.

“Kepemimpinan sejati tidak lahir dari panggung pidato, tapi dari jejak kaki yang membekas di tanah-tanah perjuangan rakyatnya."

 

*) Penulis adalah pengamat Pembangunan. Business and Human Rights Consulting, Dewan Pendiri sekaligus Direktur LPS-HAM Sulteng pertama, anggota Dewan Pendiri LBH. Sulteng, Ketua Komnas HAM Sulteng 2006-Juli 2025. Pernah menjabat Deputy Direktur Walhi Sulteng dan Ketua Dewan Daerah Walhi Sulteng, Konsultan Riset Ketahanan Pangan di Lembah Baliem Wamena, Pegunungan Tengah Papua thn 2004, Tinggal di Mbaliara, Parigi Barat.

 

 

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Kabupaten Parigi Moutong #Pemimpin rakyat #Memimpin dengan kerendahan hati #panggung politik