Oleh : Muhidin Mohamad Said *)
EKONOMI Indonesia pada tahun 2025 mencatat pertumbuhan yang solid sekaligus menunjukkan momentum positif di akhir tahun. Menurut BPS, Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia tumbuh sebesar 5,11 persen sepanjang 2025 dibandingkan dengan 2024 sebesar 5,03 persen.
Walaupun masih di bawah target pertumbuhan ekonomi tahun 2025 sebesar 5,2 persen, pencapaian ini merupakan indikator penting bahwa perekonomian nasional terus tumbuh stabil di tengah dinamika geopolitik serta tantangan eksternal yang beragam.
Salah satu momen penting bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2025 terjadi pada Triwulan IV 2025, dengan ekonomi tumbuh 5,39 persen (yoy), angka tertinggi sejak masa pandemi Covid-19.
Capaian ini juga lebih tinggi dibandingkan dengan pertumbuhan Triwulan IV pada tahun sebelumnya yang sebesar sekitar 5,02 persen.
Momentum kuat di Triwulan IV ini penting karena menandakan penguatan yang berkelanjutan setelah beberapa kuartal yang lebih berfluktuasi di awal tahun.
Secara nominal, PDB Indonesia tahun 2025 atas dasar harga berlaku mencapai sekitar Rp23.821,1 triliun, sementara PDB per kapita berada di kisaran Rp83,7 juta (USD 5.083,4).
Angka ini menunjukkan bahwa aktivitas ekonomi nasional terus menguat meski masih menghadapi risiko eksternal seperti perlambatan perdagangan global dan tekanan harga komoditas.
Pertumbuhan ekonomi sepanjang 2025 terutama didorong oleh beberapa komponen utama. Kontribusi terbesar terhadap PDB berasal dari pengeluaran konsumsi rumah tangga, mencerminkan peningkatan daya beli masyarakat dan mobilitas yang lebih tinggi sepanjang tahun, terutama saat musim libur akhir tahun.
Investasi tumbuh positif, didukung oleh realisasi investasi dalam dan luar negeri serta belanja modal, terutama pada mesin dan peralatan. Sedangkan ekspor tetap menjadi kontributor penting, meskipun tantangan global berdampak pada permintaan luar negeri.
Dari sisi lapangan usaha, hampir seluruh sektor ekonomi mencatat pertumbuhan tahunan positif. Sektor yang paling dominan meliputi industri pengolahan, perdagangan, pertanian, konstruksi, dan pertambangan, yang bersama-sama menyumbang lebih dari separuh kontribusi terhadap PDB nasional.
Meskipun pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 cukup kuat, ada sejumlah tantangan yang tetap perlu diperhatikan, seperti tantangan eksternal dari perdagangan global dan ketidakpastian ekonomi global secara umum.
Ketidakpastian ini bisa memengaruhi permintaan ekspor dan aliran modal asing. Selain itu, tantangan kebijakan di dalam negeri, termasuk sentimen pasar terhadap kebijakan fiskal dan moneter terutama di pasar keuangan, berpotensi memengaruhi kepercayaan investor.
Risiko tersebut perlu dikelola melalui kebijakan yang lebih stabil dan terukur agar Indonesia bisa menjaga pertumbuhan yang berkelanjutan serta daya saing yang kuat di pasar global.
*) Penulis adalah Wakil Ketua Badan Anggaran, dan anggota Fraksi Partai Golkar DPR RI.
Editor : Muchsin Siradjudin