Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bocor Alus Lagi dari Gubernur Sulteng, Pelantikan Tinggal Menghitung Hari, Dak Dik Duk Der Akan Ada Dropping Pejabat Kabupaten

Muksin Sirajuddin • Senin, 20 Oktober 2025 | 10:44 WIB
Nelly Muhriani (FOTO : ISTIMEWA/RADAR PALU).
Nelly Muhriani (FOTO : ISTIMEWA/RADAR PALU).

Oleh : Nelly Muhriani *)

SPEKULASI pelantikan di jajaran Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah (Sulteng), terutama terkait kepastian waktu, mulai ada titik terang.

Gubernur Sulteng Dr. H. Anwar Hafid kembali memberikan bocoran tentang kepastian pelantikan pejabat di level eselon II.

Isyarat makindekatnya pengisian jabatan yang paling dinantikan di kalangan pemegang tampuk OPD itu makin berhembus kencang.

‘’Pokoknya dalam waktu dekat ini sudah, ’’ ujar Gubernur pemilik Wajah Otomatis Senyum (WOS) ini sebelum memasuki mobil dinasnya usai prosesi pengukuhan Kepala Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulteng, di Gedung Pogombo, Selasa (14/10/2025).

Jawaban singkat itu seolah mengonfirmasi kabar yang sudah lama beredar di kalangan ASN mengenai rencana pelantikan dan rotasi jabatan di lingkup Pemprov Sulteng.

Menariknya, saat ditanya apakah akan mengakomodir pejabat dari kabupaten, Gubernur yang memiliki ayat andalan ‘’Rabbahaazal Baitil Lazi At’amahumminnju-iwuwaamanaamiin khauff’’ (QS:Al-Quraisy 3-4)ini memberikan jawaban pasti. ‘’Ada beberapa kabupaten,’’ ujarnya singkat, artinya ada beberapa pejabat yang dalam penilaian gubernur didropping untuk memperkuat jajaran OPD di Provinsi.

Gubernur tentu yakin betul dibutuhkan energi baru dan kolaborasi lintas daerah agar kinerja Pemprov Sulteng semakin solid. Terutama untuk merealisasikan visi misi BERANI yang menjadi jargon utamanya.

Meskipun belum menyebut tanggal pasti, sinyal kuat itu menunjukkan bahwa proses penyegaran birokrasi tinggal menunggu waktu. Perasaan dak dik duk der saat ini tentu menghantui para pejabat yang masuk dalam daftar yang sudah melaksanakan job vit.

Bukan apa-apa, Gubernur Anwar sama sekali tidak memberikan celah untuk para pejabat bisa berspekulasi terlalu jauh soal penempatan dan apa yang akan terjadi pada jabatan mereka.

‘’Ehhh, sedangkan torang penasib belum tau ini seperti apa, pokoknya bekerja dan berdoa saja,’’ begitu rata-rata ucapan yang terlontar dari para pejabat ini.

Sebelumnya, Gubernur Anwar memang beberapa kali menyinggung soal pentingnya penataan struktur dan optimalisasi kinerja aparatur. Ia menegaskan bahwa rotasi jabatan merupakan langkah normal dalam pemerintahan untuk mendorong efektivitas dan meningkatkan pelayanan publik.

Kini, publik birokrasi Sulteng kembali menebak-nebak, siapa saja pejabat yang akan bergeser, dan siapa yang akan mendapat amanah baru?

Jika melihat daftar jumlah OPD saat ini ada 48 Organisasi Perangkat Daerah (OPD), belum termasuk tiga asisten dan tiga staf ahli, maka pos jabatan di level eselon II cukup banyak.

Dengan komposisi 9 jabatan yang posisinya sudah kosong dan saat ini hanya mengatongi SK Plt, atau pejabatnya bertepatan memasuki purna bhakti, masing-masing Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD), Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM), Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)), Badan Kepegawaian Daerah (BKD), Dinas Kesehatan, Dinas Perpustakaan, Dinas Perkebunan dan Peternakan, Dinas Pemberdayaan dan Perlindungan Keluarga Berencana (P2KB), serta Dinas Komunikasi dan Informatika Daerah (Kominfo).

Artinya 48 pos dikurangi 9 pos jabatan yang kosong maka ada 39 pos jabatan sudah terisi. Sembilan pos ini apakah akan diisi oleh wajah baru murni, atau wajah baru tapi casing lama, atau ada pergeseran total, akan sangat ditentukan hasil job vit dan evaluasi kinerja serta kejelian seorang gubernur.

’’Pokoknya kalau ada pejabat yang ada perjalanan dinas ke Jakarta, asal pulang bawa uang saya izinkan biar berapa lama di sana,’’ kata gubernur, saat memberikan sambutannya pada pengukuhan Kepala BPKP Sulteng itu.

Gubernur asal Desa Wosu Bungku Barat ini, juga menyampaikan ada beberapa pejabat yang sudah berhasil mendapatkan anggaran, diantaranya Kadis Koperasi UMKM, apakah posisi ini tetap bertahan atau akan menempati posisi baru.

Menariknya gubernur juga melontarkan rencana kemungkinan akan ada merger OPD atau pemangkasan OPD di lingkup Pemprov Sulteng.

Terlepas dari informasi segala informasi yang beredar saat ini, yang tak kalah menarik dan paling dinantikan adalah pengisian posisi beberapa dinas atau badan yang dinilai menjadi primadona di kalangan para pejabat, diantaranya Bappeda, Bapenda, Dinas Kesehatan, Direktur RS Undata, Dinas ESDM, Dinas Pendidikan, menjadi begitu sangat ditunggu.

Meski dinas-dinas lain tak kalah menggoda untuk juga dikuliti. Apakah para pejabat yang menduduki posisi saat ini tetap bertahan, atau berlalu? Dan posisi gubernur? Seperti lagu Ruth Sahanaya, ‘’Kaulah Segalanya’’ tak ada yang dapat menebak. Jadi tunggu saja.

*) Penulis adalah pemerhati masalah sosial dan politik sehari-hari bekerja sebagai ASN di Sekretariat DPRD Sulteng.

 

Editor : Muchsin Siradjudin
#Bocor alus #gubernur sulteng #Mengakomodir pejabat kabupaten #Pelantikan pejabat