Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kenapa Karate Hilang di O2SN Palu 2026? Ini Jawaban Disdikbud

Ade Safitri • Kamis, 11 Juni 2026 | 15:43 WIB
HILANGNYA KARATE: Ilustrasi AI.
HILANGNYA KARATE: Ilustrasi AI.

RADAR PALU – Ada yang berbeda dalam pelaksanaan O2SN tingkat SD Kota Palu tahun ini. Cabang olahraga (cabor) karate resmi ditiadakan dari daftar lomba, sementara jumlah cabor justru bertambah menjadi lima.

Narahubung O2SN Tingkat SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Palu, Nanifarni, menjelaskan bahwa perubahan peta kompetisi ini murni mengikuti petunjuk teknis (juknis) pusat.

"Tahun ini karate yang hilang. Jadi, yang tahun ini cuma ada senam, pencak silat, karate, senam, atletik, sama bulu tangkis. Ini cuma lima cabang lomba tahun ini," ungkap Nanifarni saat dihubungi via WhatsApp, Kamis (11/6/2026). 

Baca Juga: Heboh Isu Curang di O2SN Silat Palu, Bayar Rp3 Juta Buat Protes?

Menurut informasi yang diterimanya, pencak silat lebih didorong karena merupakan seni bela diri asli tanah air.

"Kalau karate, setahu saya, sampai hilang karena bukan asli Indonesia yang punya itu. Sebenarnya pencak silat memang Indonesia punya beda diri. Jadi, itu yang dinaikkan," jelasnya.

Hal senada diperkuat oleh Kepala Bidang (Kabid) Pembinaan SD Disdikbud Kota Palu, Ahmadi. Dia mengakui perubahan juknis yang dinamis dari Balai Pengembangan Talenta Indonesia (BPTI) ini sempat membuat daerah memutar otak. 

Baca Juga: SMPN 16 Palu Tembus Nasional, Raih Prestasi di FLS2N dan O2SN

"Justru kami di daerah ini juga merasa kulusulitan. Karena tadinya tiga lomba menjadi lima lomba," tutur Ahmadi.

"Masuk lagi bulu tangkis, masuk lagi atletik. Di tahun 2024 renang ya, di tahun 2025 hanya tiga cabang. Tapi, tahun ini karate tidak ada, tapi muncul cabang renang dan bulu tangkis lagi," urainya.

Selain perubahan cabor, sistem administrasi tahun ini jauh lebih ketat karena menggunakan sistem online yang terintegrasi dengan Puspresnas.

"Apabila tidak terdaftar, kami tidak akan luluskan. Karena takutnya anak-anak kecewa sudah bertanding, tapi nggak bisa lanjut ke selanjutnya, ke jenjang nasional," kata Ahmadi.

"Kami agak lebih seleksi dalam masalah penyaringan di lingkungan Puspresnas (Pusat Prestasi Nasional) dan BPT ini," sambungnya.

Ketatnya sistem ini berbanding lurus dengan reward yang menggiurkan bagi sekolah. Sekolah yang melahirkan banyak atlet berprestasi di BPTI berpeluang mendapat dana BOS tambahan.

"Biasanya sekolah yang banyak prestasinya mendapat BOS Kinerja, kinerja berprestasi. Ada Bos tambahan selain BOS reguler. Itu kelebihannya apabila sekolah-sekolah tambahkan prestasi," tutup Ahmadi.***

Editor : Muhammad Awaludin
#O2SN SD Palu 2026 #Cabor Karate Dihapus #Juknis BPTI 2026 #Puspresnas O2SN #BOS Kinerja Sekolah