RADARPALU – Bayern Munchen akan menghadapi situasi berbeda saat melakoni leg pertama semifinal Liga Champions melawan Paris Saint-Germain (PSG), Selasa (28/4/2026) malam waktu setempat di Parc des Princes.
Pelatih kepala Vincent Kompany dipastikan tidak bisa mendampingi tim dari pinggir lapangan karena sanksi larangan mendampingi.
Sebagai pengganti, asisten pelatih Aaron Danks akan mengambil alih komando di area teknis. Meski begitu, koordinasi dengan Kompany tetap dilakukan, meskipun sang pelatih utama harus menyaksikan laga dari tribun.
Baca Juga: Akselerasi Program RPL, Bupati Buol dan Tim PSDKU Fokuskan Kemudahan Pendaftaran Mahasiswa
Striker Bayern, Harry Kane, mengakui absennya Kompany menjadi kehilangan bagi tim. “Tentu kami akan merindukannya di pinggir lapangan. Dia pemimpin kami,” ujar Kane.
Aaron Danks, yang bergabung dengan Bayern sejak Juli 2024, selama ini dikenal sebagai sosok di balik layar yang berperan besar dalam menyusun program latihan harian tim.
Pria asal Inggris berusia 42 tahun itu rutin mendampingi pemain di lapangan, memberikan arahan teknis, serta memastikan kesiapan tim secara detail.
Baca Juga: Serangan AS-Israel Hantam Pabrik Obat Iran, Pasokan Diabetes dan Jantung Menipis
Direktur olahraga Bayern, Christoph Freund, menilai situasi ini bukan hambatan besar. Ia optimistis tim pelatih tetap solid menghadapi tantangan besar di Paris. “Kami akan menghadapi ini sebagai tim dan menyelesaikan tugas bersama,” katanya.
Hal senada disampaikan anggota dewan olahraga Bayern, Max Eberl. Ia menegaskan bahwa fondasi permainan tim tidak hanya bergantung pada satu sosok di pinggir lapangan, melainkan hasil kerja kolektif staf pelatih.
“Semua sudah selaras dengan filosofi tim, baik dalam aspek bertahan maupun menyerang,” jelas Eberl.
Danks sendiri bukan nama baru di dunia kepelatihan. Ia pernah menjadi bagian dari tim pelatih di Middlesbrough, Aston Villa, hingga Anderlecht, serta terlibat dalam pengembangan tim nasional muda Inggris.
Bahkan, gelandang Bayern Jamal Musiala pernah menjalani debut bersama tim U-20 Inggris di bawah arahannya.
Menariknya, di luar tugas teknis, Danks juga memiliki peran unik di Bayern sebagai penjaga “maskot keberuntungan” berupa patung burung kakatua. Patung tersebut kerap dibawa keluar saat tim merayakan gelar juara.
Baca Juga: DPRD Sulteng Ajak Perkuat Kesiapsiagaan Daerah di Tengah Dampak Konflik Global Iran-AS-Israel
Kini, sorotan tertuju pada Danks untuk membuktikan kapasitasnya memimpin Bayern dalam laga krusial melawan PSG, di tengah absennya Kompany di sisi lapangan.(*)
Editor : Mugni Supardi