Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Persaingan Menuju Juara BRI Super League Semakin Rumit Bagi Persib, Borneo Punya Peluang Samakan Poin

Mugni Supardi • Sabtu, 25 April 2026 | 19:31 WIB
Persib Bandung gagal memanfaatkan peluang untuk memperlebar jarak di puncak klasemen BRI Super League 2025/26.(Twitter/@persib)
Persib Bandung gagal memanfaatkan peluang untuk memperlebar jarak di puncak klasemen BRI Super League 2025/26.(Twitter/@persib)

RADARPALU – Persib Bandung gagal memanfaatkan peluang untuk memperlebar jarak di puncak klasemen BRI Super League 2025/26.

Hasil imbang tanpa gol saat menjamu Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4), membuat posisi Maung Bandung mulai terancam dalam perburuan gelar.

Tambahan satu poin memang masih menjaga Persib di posisi teratas. Namun, hasil ini membuka peluang bagi pesaing terdekat seperti Borneo FC Samarinda untuk memangkas jarak bahkan menyamakan poin, sehingga persaingan papan atas semakin ketat di sisa musim.

Baca Juga: Borneo FC Tak Boleh Terpeleset di Segiri

Di balik hasil tersebut, persoalan utama Persib kembali terlihat jelas: buruknya penyelesaian akhir. Meski tampil dominan, terutama di babak kedua, tim asuhan Bojan Hodak gagal mengonversi banyak peluang menjadi gol.

Arema FC tampil disiplin dengan strategi bertahan total. Praktis, mereka menumpuk hingga sembilan sampai sepuluh pemain di lini belakang.

Situasi ini membuat Persib kesulitan menembus kotak penalti dan lebih banyak mengandalkan umpan silang yang kerap dipatahkan lawan.

Baca Juga: Kampus PSDKU Untad di Buol Ditunda Disebabkan Masih Ada Kebijakan Moratorium untuk Prodi PGSD dan Prodi AP

“Kami punya hal baik dan buruk. Secara pertahanan kami bermain cukup baik, Arema hampir tidak punya peluang. Tapi lini tengah kami kesulitan karena mereka bermain sangat bertahan,” ujar Bojan Hodak.

Statistik menunjukkan dominasi Persib yang cukup mencolok. Mereka melepaskan hingga 28 tembakan, dengan 12 di antaranya mengarah ke gawang.

Namun, ketangguhan kiper Arema, Lucas Frigeri, menjadi tembok kokoh yang menggagalkan setiap peluang.

 

Beberapa peluang emas seperti milik Uilliam Barros di babak pertama hingga peluang satu lawan satu Beckham Putra tak mampu dikonversi menjadi gol. Situasi ini membuat frustrasi tim tuan rumah.

“Kami punya banyak peluang tapi tidak bisa mencetak gol. Ini membuat frustrasi. Saat mendapat peluang, seharusnya kami bisa mencetak gol,” tegas Hodak.

Hasil ini juga mengakhiri rekor sempurna Persib di kandang. Sebelumnya, mereka selalu menang dalam 14 laga kandang musim ini, sebelum akhirnya dihentikan Arema FC.

Baca Juga: Haha Hihi Fest 2026 Siap Meledak, Tiket Mulai Rp35 Ribu

Dengan kompetisi yang memasuki fase krusial, kegagalan memaksimalkan peluang bisa menjadi faktor penentu dalam perebutan gelar. Persib kini dituntut segera membenahi lini depan jika tak ingin posisi mereka digeser rival.

“Kami masih nomor satu, tapi situasinya semakin sulit. Kami harus fokus ke pertandingan berikutnya,” tutup Hodak.(*)

Editor : Mugni Supardi
#Persib Bandung #Arema #klasemen BRI Super League 2025 #Persib gagal menang #Bojan Hodak