RADARPALU – Peluang Persija Jakarta dalam perburuan gelar BRI Super League 2026 kian menipis setelah hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan tuan rumah PSIM Yogyakarta di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Rabu (22/4/2026).
Hasil ini membuat Macan Kemayoran tertahan di peringkat ketiga klasemen dengan 59 poin, tertinggal dari Persib Bandung (65 poin) dan Borneo Samarinda (63 poin) di dua posisi teratas.
Persija sebenarnya tampil dominan sepanjang pertandingan. Berdasarkan statistik, tim ibu kota menguasai 69 persen penguasaan bola dan melepaskan 25 tembakan, dengan 10 di antaranya tepat sasaran. Namun efektivitas menjadi masalah utama.
Baca Juga: Hari Bumi 2026, BKSDA Sulteng Lepasliarkan Perkici Dora dan Perkici Kuning di Pangi Binangga
Tuan rumah justru mampu mencuri keunggulan lebih dulu melalui gol cepat Norberto Ezequiel Vidal pada menit ke-4.
Persija merespons dengan baik dan menyamakan kedudukan lewat penalti Allano Lima di menit ke-20.
Memasuki babak kedua, tekanan terus dilancarkan Persija. Sejumlah peluang tercipta, namun tak satu pun berhasil dikonversi menjadi gol tambahan hingga laga berakhir imbang.
Baca Juga: Hari Bumi, Seminar Ungkap Data Kritis Mangrove dan Dorong Rehabilitasi Berbasis Ilmiah di Sulteng
Bek Persija, Fajar Fathurrahman, mengaku kecewa dengan hasil tersebut, meski timnya sudah menunjukkan performa maksimal.
“Tentu ini hasil yang sangat mengecewakan bagi kami semua. Tapi ini sepak bola, kami mengontrol permainan dan pemain tetap percaya sampai akhir,” ujar Fajar.
Ia menegaskan tim akan segera bangkit dan bekerja lebih keras menghadapi laga berikutnya.
Tambahan satu poin membuat jarak Persija dengan puncak klasemen semakin sulit dikejar, terlebih kompetisi menyisakan sedikit pertandingan. Jika tidak segera kembali ke jalur kemenangan, peluang juara bisa benar-benar tertutup.(*)
Editor : Mugni Supardi