RADARPALU – Tottenham Hotspur berada dalam situasi genting di Liga Premier Inggris musim ini.
Untuk pertama kalinya dalam sejarah 144 tahun klub, Spurs terjerembap ke zona degradasi pada bulan April.
Berdasarkan klasemen sementara, Tottenham menempati peringkat ke-18 dengan 30 poin dari 31 pertandingan.
Baca Juga: Mapolres Dijaga Ketat Usai OTT KPK di Tulungagung
Mereka berada di bawah West Ham dan Nottingham Forest yang sama-sama mengoleksi 32 poin, serta Leeds United di posisi ke-15 dengan 33 poin.
Di bawah Spurs, Burnley (20 poin) dan Wolves (17 poin) masih tertinggal cukup jauh. Namun, posisi Tottenham tetap rawan mengingat kompetisi menyisakan beberapa laga krusial.
Situasi ini diperparah dengan prediksi peluang degradasi yang mencapai 39 persen, berdasarkan data yang dibagikan oleh akun Polymarket Sports (@PolymarketSport). Angka tersebut mencerminkan tekanan besar yang kini dihadapi tim asal London Utara itu.
Baca Juga: OTT Tulungagung, 12 Pejabat Dibawa ke Surabaya
Spurs akan menghadapi Sunderland AFC dalam laga penting yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (12/4) pukul 21.00 WIB. Pertandingan ini menjadi kesempatan bagi Tottenham untuk keluar dari zona merah.
Meski secara historis Tottenham lebih unggul dalam rekor pertemuan dengan 19 kemenangan berbanding 6 milik Sunderland (7 kali imbang), performa terkini menunjukkan tantangan tidak mudah. Dalam lima pertemuan terakhir, Spurs mencatat tiga kemenangan dan dua hasil imbang.
Hasil imbang 1-1 pada pertemuan terakhir di Liga Premier menjadi indikasi bahwa Sunderland mampu memberikan perlawanan sengit.
Dengan kondisi klasemen yang semakin menekan, laga ini bisa menjadi penentu arah nasib Tottenham di sisa musim. Kegagalan meraih poin penuh berpotensi memperbesar ancaman degradasi yang kini membayangi.(*)
Editor : Mugni Supardi