RADARPALU – Barcelona harus menelan kekalahan 0-2 dari Atletico Madrid pada leg pertama perempat final Liga Champions 2025/2026 di kandang sendiri.
Meski kalah, pelatih Hansi Flick menyoroti sejumlah keputusan wasit, termasuk penggunaan VAR yang dinilainya merugikan timnya.
Barcelona sebenarnya tampil dominan sepanjang laga dengan penguasaan bola mencapai 58 persen serta menciptakan lebih banyak peluang. Namun, efektivitas Atletico menjadi pembeda dalam pertandingan ini.
Baca Juga: Gincu di Tengah Perut yang Lapar: Menggugat Nalar Prioritas Anggaran
Situasi semakin sulit bagi Barcelona setelah Pau Cubarsi diganjar kartu merah pada menit ke-44 usai tinjauan VAR. Keputusan tersebut langsung menuai kritik dari Flick.
“Saya bahkan tidak yakin itu kartu merah untuk Pau Cubarsí,” ujar Flick, dikutip dari Fabrizio Romano.
Tak hanya itu, Flick juga mempertanyakan keputusan wasit yang tidak memberikan penalti dan kartu kuning kedua untuk pemain Atletico.
Baca Juga: BPOM Setujui Vaksin Campak untuk Dewasa
“Ada penalti yang jelas dan kartu kuning kedua untuk Atletico. Apa gunanya VAR jika seperti ini? Saya tidak mengerti,” tegasnya.
Meski bermain dengan 10 orang, Barcelona tetap mampu mengimbangi permainan dan bahkan menciptakan sejumlah peluang. Flick memuji semangat juang para pemainnya yang tidak menyerah hingga akhir laga.
“Semua pemain sudah memberikan yang terbaik. Bahkan dengan satu pemain lebih sedikit, kami tetap menguasai bola dan menciptakan peluang,” katanya.
Flick juga memberikan perhatian khusus kepada Lamine Yamal yang tampil impresif meski masih berusia muda.
“Dia sedang frustrasi, tapi dia bermain luar biasa, baik bertahan maupun menyerang. Dia baru 18 tahun dan menunjukkan performa fenomenal,” ujarnya.
Sementara itu, Gavi yang terlihat emosional usai pertandingan juga mendapat dukungan penuh dari sang pelatih.
Baca Juga: Kapten Liverpool Buka Suara Usai Kalah dari PSG
“Dia sudah melakukan yang terbaik. Penampilannya di babak kedua sangat fantastis,” tambah Flick.
Bek Barcelona Ronald Araujo tetap optimistis timnya mampu membalikkan keadaan pada leg kedua di markas Atletico.
“Ini akan sulit di kandang mereka, tapi jika ada tim yang bisa melakukannya, itu adalah kami,” ujar Araujo.
Baca Juga: Dibungkam PSG, Arne Slot: Kami Masih Punya Peluang di Anfield
Flick pun menegaskan bahwa peluang Barcelona belum tertutup.
“Kami akan berjuang dan memberikan segalanya. Ini belum selesai. Semifinal mungkin terasa jauh, tapi kami masih punya kesempatan,” tegasnya.
Barcelona kini menghadapi tantangan berat untuk membalikkan defisit dua gol pada leg kedua jika ingin melangkah ke semifinal Liga Champions musim ini.(*)
Editor : Mugni Supardi