RADAR PALU - SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Tadulako Provinsi Sulawesi Tengah kembali mencatatkan prestasi membanggakan di tingkat nasional sepanjang tahun 2025.
Puluhan atlet pelajar binaan sekolah tersebut sukses menyumbangkan medali dari berbagai ajang olahraga, baik single event maupun multi event nasional.
Kepala sekolah SMA Negeri Olahraga (SMANOR) Tadulako, Muhammad Jufri SPd MPd, menjelaskan bahwa SMANOR Tadulako merupakan sentra pembinaan olahraga pelajar di Sulawesi Tengah, yang juga setara dengan satuan pendidikan SMA pada umumnya.
poBaca Juga: Pelantikan Pengurus KONI Jadi Semangat Baru Bagi Olahraga di Sulteng
“SMA Negeri Olahraga Tadulako adalah salah satu sentra pembinaan olahraga pelajar di Sulawesi Tengah, sekaligus satuan pendidikan setara SMA,” ujar Jufri.
Pada ajang Pekan Olahraga Pelajar Nasional (Popnas) 2025 yang digelar di Jakarta, sebanyak 29 atlet SMANOR Tadulako mewakili Sulawesi Tengah di berbagai cabang olahraga,mulai dari ajang tersebut para atlet berhasil meraih satu medali perak dan enam medali perunggu.
“Hasilnya kami memperoleh satu perak dan enam perunggu. Medali perak diraih dari cabang renang, sementara perunggu berasal dari renang, tinju, judo, dan pencak silat,” ungkapnya.
Selain Popnas, atlet SMANOR Tadulako juga aktif mengikuti berbagai kejuaraan nasional lainnya. Ada beberapa juga yang di antaranya kejuaraan atletik nasional di Solo, kejuaraan nasional tinju di Banten yang berhasil mendapatkan medali perak, serta kejuaraan nasional taekwondo dan karate di tingkat daerah.
“Atlet SMANOR hampir selalu mendominasi ajang seperti Pekan Olahraga Pelajar Daerah (POPDA). Meski mereka hanya kembali mewakili kabupaten masing-masing tetapi kami sebagai pihak sekolah bangga terhadap pencapaian anak-anak kami di sekolah SMANOR ini,” tambahnya.
Muhammad Jufri mengungkapkan pembinaan atlet di SMANOR Tadulako berasal dari 13 kabupaten dan kota di Sulawesi Tengah. Saat mengikuti kejuaraan multi event pelajar, kemudian para atlet akan kembali memperkuat daerah asalnya.
Ia menegaskan bahwa operasional SMANOR Tadulako sepenuhnya didukung oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah.
“Gedungnya memang dibangun oleh pemerintah pusat, tetapi operasionalnya dibiayai sepenuhnya oleh pemerintah daerah dan Alhamdulillah, Gubernur Sulawesi Tengah sangat memperhatikan dan konsisten mendukung pembinaan olahraga di SMANOR ini,” katanya.
SMANOR Tadulako memiliki program khusus untuk mendeteksi dan mengembangkan bakat siswa-siswi sejak awal. Di mana seleksi itu dilakukan melalui talent scouting langsung ke daerah-daerah, dengan mempertimbangkan data antropometri dan prestasi dari calon siswa-siswi.
“Penerimaan siswa baru kami tidak sama dengan sekolah lain. Kami melakukan talent scouting di 13 kabupaten dan kota untuk mencari anak-anak yang punya potensi dan prestasi olahraga,” jelasnya.
Dari sisi akademik pembelajaran di SMANOR tetap setara dengan SMA lain, namun disesuaikan dengan jadwal latihan atlet. “Waktu belajarnya kami modifikasi karena siswa harus latihan pagi dan sore. Tapi layanan akademiknya tetap kami berikan secara khusus,” tambahnya.
Tak hanya siswa, sejumlah guru di SMANOR Tadulako juga memiliki rekam jejak prestasi dan ada beberapa di antaranya sering menjadi narasumber pembinaan keolahragaan, serta terlibat dalam program guru penggerak dan pembelajaran mendalam.
Ia juga berharap dukungan pemerintah terus berlanjut, terutama dalam pemenuhan sarana prasarana latihan dan pembelajaran, serta pendanaan pembinaan cabang olahraga.
Muhammad Jufri berpesan agar siswa-siswi memanfaatkan kesempatan belajar dan berlatih di sekolah SMANOR Tadulako sebaik mungkin.
“Manfaatkan waktu selama berada di sini untuk berlatih keras sambil belajar, agar bisa berprestasi untuk diri sendiri, keluarga, daerah, dan sekolah,” pesannya. (mg2)
Editor : Talib