Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Dua Atlet Silat Sulteng Lolos Babak Selanjutnya di Laga Perdana PON Bela Diri 2025 Kudus

Taswin • Jumat, 17 Oktober 2025 | 22:56 WIB
Dilaga perdana dari tiga atlet yang turun, dua di antaranya berhasil melaju ke babak selanjutnya di POB Bela Diri 2025 Kudus untuk cabor Pencak Silat
Dilaga perdana dari tiga atlet yang turun, dua di antaranya berhasil melaju ke babak selanjutnya di POB Bela Diri 2025 Kudus untuk cabor Pencak Silat


RADAR PALU — Tim PON Bela Diri 2025 Sulteng Cabang Olahraga (Cabor) Pencak Silat mencatatkan hasil yang baik dibabak penyisihan.

Dilaga perdana dari tiga atlet yang turun, dua di antaranya berhasil melaju ke babak selanjutnya, sementara satu lainnya terpaksa gugur akibat insiden di tengah pertandingan.

Dikonfirmasi via WhatsApp, Jumat (17/10) Pelatih tim pencak silat Sulteng, Ridwan Babe, membenarkan bahwa dua dari tiga atlet yang diturunkan berhasil melaju ke babak berikutnya.

“Saya tadi menurunkan tiga atlet kelas A Putri, kelas B Putra, dan kelas C Putra. Alhamdulillah, dua di antaranya lolos,” ujar Ridwan.

Dilaga perdana babak penyisihan ia menilai performa para atlet sangat baik, terutama di kelas B Putra yang menang dengan selisih poin cukup jauh.

“Ada tadi di kelas B Putra itu poinnya. Makanya dihentikan dibabak kedua karena jarak poinnya jauh. Alhamdulillah, secara mental mereka sudah siap, baik fisik maupun teknik,” katanya.

Terkait laga lanjutan, Ridwan menyebutkan bahwa kategori A Putri akan berhadapan dengan tim Bali, Putra kelas A melawan Sulawesi Tenggara, dan kelas C Putri dijadwalkan menghadapi Papua Barat.

“Insaha Allah besok pertandingan kita masih menunggu jadwal resmi malam ini,” tambahnya.

Disinggung soal target, Ridwan menegaskan bahwa fokus utama bukan pada medali, melainkan fokus pada proses pembinaan. Apalagi kata dia, yang ikut berkompetisi ini merupakan atlet-atlet muda Sulteng yang potensial kedepannya.

“Kalau bicara target, saya belum bisa bicara soal itu. Karena saya datang kemari ini saya hanya mau memaksimalkan anak-anak bertanding, medali itu urusan kedua dan ini saya anggap sebagai try outnya mereka untuk kedepan,” bebernya.

Menurutnya, sebagian besar daerah yang berpartisipasi juga menjadikan ajang ini sebagai sarana uji coba sebelum PON.

“Kita lebih fokus membaca permainan, memperbaiki teknik, dan melihat sejauh mana anak-anak bisa bersaing dengan daerah lain yang sudah lebih maju,” ujarnya.

Sementara itu Offisial pendamping cabang olahraga pencak silat Sulteng, Andi Acap, menjelaskan bahwa salah satu atlet yang bertanding di kelas B Putra berhasil melangkah ke babak berikutnya setelah tampil gemilang di penyisihan.

“Iya, Putra B lolos ke babak selanjutnya. Sekarang masih dalam babak penyisihan dan akan berhadapan dengan Kalimantan Barat. Tapi jadwal tandingnya masih menunggu kepastian,” ujarnya.

Sementara itu, di sektor Putri A, atlet Sulteng juga dipastikan maju ke babak berikutnya dan tengah menunggu giliran tanding. Namun di sisi lain, kelas C Putra harus terhenti karena sistem yang digunakan bersifat gugur.

“Kita tetap konsisten dan optimis. Memang lawan berikutnya sedikit unggul karena belum bertanding, jadi punya waktu istirahat lebih. Tapi kita tetap yakin bisa bersaing,” kata Acap.

Ia menambahkan, mental para atlet cukup baik meskipun sempat terjadi insiden di lapangan. Terkait insiden yang menimpa atlet Sulteng pada kelas C Putra, Acap mengungkapkan Sulteng sebenarnya sudah tampil dominan namun dia menilai ada kesalahan dari pihak lawan karena sasaran pukulannya sempat mengenai muka atlet Sulteng.

“Dokter sempat menyatakan fit, jadi bisa lanjut tanding, tapi setelah ronde selesai dia langsung tepar dan akhirnya dirujuk lagi ke rumah sakit,” jelasnya.

Untuk peluang ke depan, Acap menyebut bahwa atlet Putri perlu tiga kemenangan untuk mencapai semifinal dan empat kemenangan untuk ke final, sedangkan Putra B harus menang lima kali untuk bisa menjadi juara satu.

“Kalau bicara unggulan, memang dari segi persiapan daerah lain lebih matang. DKI, Jawa Barat, dan beberapa provinsi di Sumatera sudah latihan berbulan-bulan. Bahkan sebagian menjadikan ajang ini sebagai try-out menuju PON,” terangnya.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa tim Sulteng tetap optimis. Dalam amatannya meski waktu latihan yang minim namun dari segi mental atlet-atlet Sulteng sudah cukup baik.

“Kita cuma sempat latihan sekitar dua minggu, tapi semangat anak-anak luar biasa. Kita berharap masyarakat Sulawesi Tengah terus mendukung dan mendoakan mereka. Besok ada pertandingan kelas A Putra dan kelas C Putri, mudah-mudahan mereka bisa tampil maksimal dan membawa hasil terbaik untuk daerah,” tutupnya. (*)

Editor : Taswin
#pencak silat #penyisihan #PON Bela Diri