RADAR PALU– Badan Gizi Nasional (BGN) mengingatkan makanan Makan Bergizi Gratis (MBG) maksimal dikonsumsi empat jam setelah matang untuk menjaga keamanan pangan.
Batas waktu tersebut menjadi perhatian BGN karena makanan MBG merupakan fresh meal yang harus segera dikonsumsi peserta didik.
Kepala BGN Sudaryono mengatakan informasi mengenai batas waktu konsumsi juga diminta dicantumkan pada ompreng MBG.
Baca Juga: Guru Besar Hukum Agraria dan SDM Unhas Jelaskan Perbedaan Bagi Hasil Kontrak Karya dan IUPK
Menurutnya, pengaturan waktu diperlukan agar kualitas makanan tetap terjaga sebelum dikonsumsi siswa.
Batas Konsumsi MBG Maksimal 4 Jam
Beberapa hal yang menjadi perhatian BGN terkait konsumsi MBG:
Baca Juga: Dinsos Sulteng Lepas Tim Bakti Sosial, Sasar LKS di 3 Daerah
- Makanan MBG merupakan fresh meal dan dirancang untuk segera dikonsumsi.
- Batas waktu konsumsi maksimal empat jam setelah makanan matang.
- Siswa diimbau mengonsumsi MBG di tempat dan waktu yang telah ditentukan.
- Makanan tidak dianjurkan dibawa pulang karena kondisi penyimpanannya tidak dapat dipastikan.
- Guru dan sekolah diminta ikut memberikan edukasi kepada peserta didik.
“Karena makanan yang dibawa pulang ke rumah, kita tidak tahu kualitasnya, tidak tahu kerusakannya, yang bisa jadi dikhawatirkan menimbulkan keracunan bagi siswa yang mengonsumsi,” ujar Sudaryono, Senin (10/8).
Baca Juga: PHK Massal PT GNI, Takwin Minta Pemerintah Pastikan Hak Pekerja Terpenuhi
Sudaryono menjelaskan, persoalan keamanan makanan dapat muncul setelah MBG keluar dari pengawasan penyelenggara. Kondisi penyimpanan di rumah hingga makanan kembali dikonsumsi menjadi faktor yang tidak dapat sepenuhnya dipantau.
Ia bahkan menyebut dalam sejumlah kasus keracunan yang ditemukan, orang tua siswa turut mengalami keracunan setelah mengonsumsi MBG yang dibawa pulang.
“Bahkan di beberapa kasus keracunan yang kami temukan, orang tua siswa yang mengonsumsi MBG di rumah itu kemudian juga mengalami keracunan,” katanya.
BGN kemudian meminta sekolah dan tenaga pendidik membantu menjelaskan pentingnya mengikuti batas waktu konsumsi tersebut. Upaya ini ditujukan agar program MBG tidak hanya memenuhi kebutuhan gizi, tetapi juga tetap memperhatikan keamanan makanan hingga dikonsumsi.
“Jadi, mari kita sama-sama jaga bahwa MBG ini harus aman, MBG ini harus bergizi,” tegas Sudaryono.***
Editor : Muhammad AwaludinSumber : jawapos.com