Usai Nobar Final Piala Dunia, Kantor Bupati Lombok Barat Disegel KPK

Muhammad Awaludin • Dipublikasikan Senin, 20 Juli 2026 | 15:41 WIB
Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyegelan sebagai bagian dari operasi tangkap tangan (OTT). KPK membenarkan menggelar OTT di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (20/7), sementara identitas pihak yang diamankan masih menunggu pengumuman resmi. ILUSTRASI: AI/RADAR PALU
Petugas Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) melakukan penyegelan sebagai bagian dari operasi tangkap tangan (OTT). KPK membenarkan menggelar OTT di Kabupaten Lombok Barat, Nusa Tenggara Barat, Senin (20/7), sementara identitas pihak yang diamankan masih menunggu pengumuman resmi. ILUSTRASI: AI/RADAR PALU

 

RADAR PALU – Suasana Pemerintah Kabupaten Lombok Barat berubah drastis hanya beberapa jam setelah jajaran pejabat mengikuti nonton bareng (nobar) final Piala Dunia 2026. Saat aktivitas perkantoran dimulai pada Senin (20/7), ruang kerja Bupati Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini sudah dalam kondisi disegel Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Peristiwa itu langsung menjadi perhatian karena terjadi beriringan dengan operasi tangkap tangan (OTT) yang dilakukan lembaga antirasuah di wilayah Nusa Tenggara Barat (NTB). Hingga kini, KPK masih belum mengungkap pihak yang diamankan maupun perkara yang sedang ditangani.

Melansir JawaPos.com, Wakil Ketua KPK Fitroh Rohcahyanto membenarkan adanya operasi penindakan tersebut. Namun, ia belum bersedia membeberkan identitas para pihak yang terjaring OTT.

Baca Juga: Angkut Sendiri Bantuan Air Mineral ke Masjid, Nur Kholis: Salah Satu Cara Kami Jaga Keikhlasan dan Kebugaran

Pegawai Pemkab Kaget Melihat Ruang Kerja Disegel

Sekretaris Daerah Kabupaten Lombok Barat, Akhmad Saikhu, mengaku tidak mengetahui adanya operasi KPK sebelum pegawai masuk bekerja pada Senin pagi.

Menurutnya, beberapa jam sebelumnya Bupati Lalu Ahmad Zaini bersama sejumlah pejabat daerah masih menghadiri acara nobar final Piala Dunia 2026 di halaman Kantor Bupati Lombok Barat.

Baca Juga: Hotman Paris Minta Maaf ke Wartawan, Akui Emosi Saat Konferensi Pers

"Begitu kami masuk kantor pagi hari, ruang kerja bupati sudah tersegel dengan lambang KPK. Kami juga kaget melihat kondisi itu," ujar Saikhu, seperti dikutip JawaPos.com yang melansir Antara.

Ia mengatakan, setelah acara nobar selesai seluruh pejabat langsung pulang ke rumah masing-masing. Tidak ada tanda-tanda akan berlangsung operasi penindakan.

Keberadaan Bupati Belum Diketahui

Di tengah penyegelan ruang kerja tersebut, keberadaan Bupati Lalu Ahmad Zaini juga menjadi sorotan. Hingga Senin siang, pemerintah daerah mengaku belum dapat berkomunikasi dengan orang nomor satu di Lombok Barat itu.

Saikhu menyebut pihaknya telah mencoba menghubungi bupati melalui ajudan. Namun nomor telepon yang biasa digunakan Lalu Ahmad Zaini sudah tidak aktif.

"Dikontak, sudah tidak aktif," katanya.

Baca Juga: Kampung Nelayan Merah Putih Terintegrasi Kopdes Merah Putih, Harapan Majukan Wilayah dan Sejahterahkan Warga  Pesisir

KPK Masih Tutup Rapat Informasi Perkara

Sampai berita ini diturunkan, KPK belum menyampaikan konstruksi perkara yang melatarbelakangi OTT di Lombok Barat. Lembaga antirasuah juga belum memastikan apakah Bupati Lalu Ahmad Zaini termasuk pihak yang diamankan dalam operasi tersebut.

Sesuai prosedur, KPK akan melakukan pemeriksaan awal terhadap pihak-pihak yang diamankan sebelum mengumumkan status hukum maupun dugaan tindak pidana yang disangkakan.

Baca Juga: DPO Kasus Penipuan Jual Beli Tanah Rp950 Juta Ditangkap Polresta Palu

Publik kini menunggu penjelasan resmi KPK terkait hasil OTT tersebut, termasuk siapa saja yang terjaring dan perkara yang sedang diusut dalam operasi senyap di Kabupaten Lombok Barat.***

Editor : Muhammad Awaludin
Sumber : Jawa Pos
NTB OTT Lombok Barat Lalu Ahmad Zaini Bupati Lombok Barat kpk