Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Prabowo Puji Mentan Amran, Singgung Kinerja Pertanian

Talib • Minggu, 17 Mei 2026 | 11:44 WIB
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan soal sektor pertanian di Nganjuk (istimewa/Kementan )
Presiden Prabowo Subianto memberikan sambutan soal sektor pertanian di Nganjuk (istimewa/Kementan )

 

RADAR PALU - Presiden RI Prabowo Subianto memuji kinerja Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dalam memperkuat sektor pertanian nasional. Pernyataan itu disampaikan Prabowo saat meresmikan Museum Marsinah dan Rumah Singgah di Nganjuk, Sabtu (16/5/2026). 

Prabowo menilai Indonesia beruntung memiliki sosok menteri yang memahami persoalan pertanian secara langsung. Menurutnya, pengalaman Amran yang berasal dari keluarga petani membuat kebijakan pertanian lebih tepat sasaran. 

“Beruntung kita punya Menteri Pertanian yang hebat. Karena dia memang anaknya petani,” kata Prabowo. 

Baca Juga: PM Australia Telepon Prabowo Usai Indonesia Setujui Ekspor Pupuk

Presiden juga menyebut Amran bekerja aktif memantau kondisi pertanian di berbagai daerah. Ia bahkan menilai jajaran Kementerian Pertanian turut berkontribusi dalam penguatan sektor pangan nasional. 

“Timnya juga hebat. Wakil menterinya juga hebat. Anak petani jadi mengerti, tidak bisa dibohongi,” ujar Prabowo. 

Apresiasi Prabowo muncul di tengah capaian sektor pertanian nasional dalam setahun terakhir. Pemerintah mencatat peningkatan produksi sejumlah komoditas strategis serta penguatan stok pangan nasional. 

Baca Juga: Saat Dunia Cemas Pangan, RI Justru Panen: Stok Beras 5 Juta Ton Diapresiasi DPR

Berdasarkan data yang disampaikan, produksi beras nasional tahun 2025 mencapai 34,69 juta ton tanpa impor beras medium. Sementara itu, stok Cadangan Beras Pemerintah disebut menembus lebih dari 5,3 juta ton pada Mei 2026. 

Pemerintah juga terus memperkuat berbagai program pertanian. Mulai dari optimalisasi lahan, percepatan tanam, modernisasi alat pertanian, hingga penguatan distribusi pupuk. 

Menurut Prabowo, langkah tersebut menjadi penting di tengah situasi global yang masih dipengaruhi konflik geopolitik dan ancaman krisis pangan. 

Dalam pidatonya, Prabowo mengungkapkan sejumlah negara mulai meminta pasokan pupuk dari Indonesia. Negara-negara tersebut antara lain Australia, Filipina, India, Bangladesh, hingga Brasil. 

“Australia minta tolong kita. Kita jual pupuk ke Australia 500 ribu ton urea,” kata Prabowo. 

Presiden menyebut kondisi itu menunjukkan posisi Indonesia yang semakin kuat dalam rantai pasok pangan dan pupuk global. Ia juga menegaskan pemerintah tetap fokus menjaga ketahanan pangan nasional tanpa bersikap berlebihan. 

Baca Juga: Presiden Prabowo Apresiasi Mentan Amran, Indonesia Kini Jadi Pemasok Pangan dan Pupuk Dunia

Sebelumnya, Indonesia mencatat kerja sama ekspor pupuk urea ke Australia dengan komitmen awal 250 ribu ton. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 500 ribu ton dengan nilai sekitar Rp7 triliun. 

Prabowo menilai penguatan sektor pertanian menjadi faktor penting dalam menjaga stabilitas pangan nasional. Menurutnya, kondisi saat ini tidak akan tercapai tanpa percepatan pembenahan sektor pertanian dalam beberapa tahun terakhir.***

Editor : Muhammad Awaludin
#sektor pertanian #Ekspor Pupuk #Ketahanan pangan #Prabowo Subianto #mentan amran