Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bibit 48 Ribu, Ditemukan 17 Ribu—Mentan Minta Polisi Turun

Talib • Jumat, 1 Mei 2026 | 19:05 WIB
Mentan Andi Amran Sulaiman menunjukkan kondisi bibit kelapa saat sidak di Manado, Jumat (1/5), dan menemukan ketidaksesuaian kualitas serta data di lapangan.(Humas Kementan)
Mentan Andi Amran Sulaiman menunjukkan kondisi bibit kelapa saat sidak di Manado, Jumat (1/5), dan menemukan ketidaksesuaian kualitas serta data di lapangan.(Humas Kementan)

 

RADAR PALU — Program pembibitan nasional yang digadang-gadang untuk rakyat justru memunculkan temuan serius di lapangan. Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menemukan selisih data besar saat sidak di Manado, Sulawesi Utara.

Dari laporan 48 ribu bibit kelapa, jumlah yang ditemukan di lokasi hanya sekitar 17 ribu. Selisih inilah yang langsung memicu perintah pemeriksaan.

Sidak dilakukan di Desa Bengkol, Kecamatan Mapanget, Jumat (1/5). Hasilnya tak hanya soal jumlah. Kualitas bibit juga jadi sorotan. 

Baca Juga: Pacu Produksi Nasional, Kementan Tanam Padi Serempak di 25 Provinsi

“Ada bibit kecil yang tidak layak. Itu dari benihnya saja sudah tidak layak. Kami suruh ganti,” tegas Amran.

Temuan ini diperkuat dengan kondisi pemeliharaan kebun yang belum sesuai standar. Kombinasi masalah kualitas dan data membuat program ini dinilai perlu diawasi ketat.

“Laporannya 48 ribu. Kami temukan ternyata hanya kurang lebih 17 ribu. Ini harus ditambah,” ujarnya. 

Baca Juga: Avanza Ringsek Dihantam KA Argo Bromo di Grobogan, Dua Balita Jadi Korban

Tak berhenti di situ, Amran langsung meminta aparat penegak hukum turun tangan untuk memeriksa potensi penyimpangan.

“Kami minta reskrim, polres. Ini diperiksa. Kita harus berani membuka diri,” katanya.

Ia menegaskan, program pemerintah tidak boleh dijalankan sekadar formalitas atau pencitraan.

“Kita harus buka diri. Apa yang terjadi di lapangan kita perbaiki,” lanjutnya.

Bahkan, Amran melontarkan peringatan keras bagi pihak yang bermain-main dalam program ini.

“Kalau ada yang menyimpang, bawa ke saya. Aku pecat. Bukan mutasi. Tapi saya pecat,” tegasnya. 

Baca Juga: Kemenkum Sulteng dan APINDO Perkuat Sinergi, Dorong Produk Unggulan UMKM Tembus Pasar Global

Program pembibitan ini merupakan bagian dari agenda besar pemerintah dalam pengembangan komoditas perkebunan nasional, mulai dari kelapa, tebu, hingga kopi.

Targetnya mencapai 870 ribu hektare hingga mendekati 1 juta hektare, dengan potensi penyerapan tenaga kerja hingga sekitar 3 juta orang.

Untuk mendukung program tersebut, pemerintah mengalokasikan anggaran sekitar Rp9,95 triliun yang difokuskan pada penyediaan bibit unggul gratis bagi masyarakat.

“Ini program untuk rakyat. Tidak boleh kita permaikan,” tegas Amran.***

Editor : Muhammad Awaludin
#Program Bibit Nasional #bibit kelapa #kementerian pertanian #manado #Andi Amran Sulaiman