RADAR PALU – Kepanikan pecah di Apartemen Mediterania, Tanjung Duren Selatan, Jakarta Barat. Api tiba-tiba muncul dari area basement, membuat puluhan penghuni terjebak di dalam gedung.
Sedikitnya 87 penghuni sempat tak bisa keluar saat kebakaran terjadi pada Kamis pagi (30/4/2026). Situasi mencekam, evakuasi harus dilakukan secara bertahap dengan risiko tinggi.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DKI Jakarta mengungkapkan, sumber api diduga berasal dari korsleting listrik pada panel di lantai satu basement. Percikan listrik itu memicu kebakaran yang dengan cepat memunculkan asap tebal ke area hunian.
Baca Juga: Diduga dari Kebocoran Regulator Gas, Kebakaran di Jalan Karanjemba Palu Nyaris Meluas ke Permukiman
“Terjadi korsleting listrik di panel basement, alarm langsung berbunyi dan petugas melapor ke pemadam,” kata Isnawa Adji.
Dampaknya langsung terasa. Sedikitnya 9 orang dilaporkan mengalami luka-luka. Dari jumlah itu, 5 orang harus dilarikan ke fasilitas kesehatan karena kondisi cukup serius.
Sebagian korban mengalami sesak napas akibat paparan asap, sementara lainnya dilaporkan mengalami retak tulang saat proses penyelamatan.
Baca Juga: Suhu Palu Tembus 35 Derajat, Waspada Risiko Kebakaran Lahan
Di lokasi, proses evakuasi berlangsung dramatis. Tangga darurat dipasang dari lantai dasar hingga lantai enam. Penghuni diturunkan satu per satu, bahkan ada yang harus diikat dengan tali untuk menghindari jatuh.
Asap tebal menjadi tantangan utama. Petugas harus bergerak cepat agar penghuni tidak terpapar lebih lama. Hingga siang hari, proses pendinginan masih terus dilakukan bersamaan dengan upaya mengeluarkan asap dari dalam gedung.
Meski sebagian besar penghuni berhasil diselamatkan, situasi belum sepenuhnya aman. Masih ada 2 orang yang dilaporkan berada di dalam gedung dan sedang dalam proses evakuasi.
Petugas juga mendirikan posko darurat untuk mendata penghuni yang selamat dan memastikan tidak ada korban yang terlewat. Pendataan ini penting untuk memastikan seluruh penghuni benar-benar keluar dari area berbahaya.
Kejadian ini kembali menyoroti pentingnya sistem keamanan gedung, khususnya instalasi listrik di area vital seperti basement. Korsleting kecil bisa berubah menjadi ancaman besar jika tidak terdeteksi sejak dini.
Bagi warga, insiden ini menjadi pengingat bahwa keselamatan di hunian vertikal sangat bergantung pada kesiapan sistem darurat dan respons cepat petugas.
Sementara itu, aparat masih terus menyisir lokasi untuk memastikan tidak ada titik api tersisa. Fokus utama kini adalah memastikan seluruh penghuni selamat dan kondisi gedung kembali aman.***
Editor : Muhammad Awaludin