RADAR PALU – Detik-detik tabrakan maut antara KRL Commuter Line dan KA Argo Bromo Anggrek di Stasiun Bekasi Timur, Kota Bekasi, Senin (27/4/2026) malam, mulai terkuak dari kesaksian penumpang selamat. Munir, yang berada di dalam rangkaian KRL, menyebut benturan terjadi saat kereta dalam posisi berhenti.
Menurut Munir, KRL yang ia tumpangi saat itu melaju dari arah Jakarta menuju Cikarang sebelum akhirnya berhenti di jalur 1. Penghentian itu diduga dipicu insiden lain di lintasan.
“CommuterLine berhenti karena kereta dari arah berlawanan menabrak mobil taksi,” kata Munir di lokasi kejadian.
Baca Juga: Jelang Semifinal Lawan Atletico Madrid : Arsenal Bawa Rekor Tak Terkalahkan Lawan Tim Spanyol di UCL
Situasi belum sepenuhnya kondusif ketika dari arah belakang melaju KA Argo Bromo Anggrek. Dalam hitungan detik, kereta jarak jauh itu langsung menghantam bagian belakang KRL tanpa sempat menghindar. L
“Ditabrak dari belakang, sampai bagian depan kereta jarak jauh itu masuk ke gerbong paling belakang CommuterLine,” ujarnya.
Benturan keras membuat gerbong belakang KRL mengalami kerusakan parah. Sejumlah penumpang dilaporkan terjepit di dalam gerbong, bahkan ada yang tidak sadarkan diri akibat tekanan dari lokomotif yang menembus badan kereta.
Saat kejadian, Munir berada di gerbong keempat dari belakang. Ia mengaku langsung berusaha keluar menyelamatkan diri begitu benturan terjadi.
“Banyak korban terjebak di dalam. Saya langsung keluar begitu kejadian,” katanya, di lansir dari ANTARA. ***
Editor : Muhammad Awaludin