RADAR PALU - Pelantikan Prabowo Subianto terhadap Abdul Kadir Karding sebagai Kepala Badan Karantina Nasional membuka babak baru kepemimpinan lembaga strategis tersebut.
Di balik penunjukan ini, tersimpan perjalanan panjang seorang politisi asal Sulawesi Tengah yang kenyang pengalaman di parlemen hingga kabinet.
Karding bukan sosok baru dalam dinamika politik nasional. Lahir di Donggala, 25 Maret 1973, ia tumbuh dan mengenyam pendidikan awal di Palu sebelum melanjutkan studi ke Universitas Diponegoro.
Baca Juga: Ketua Harian AKPSI Siap Perkuat Sawit Indonesia Hadapi Kemarau 2026
Di kampus inilah, benih kepemimpinannya mulai terlihat melalui aktivitas organisasi mahasiswa.
Kariernya melesat sejak era reformasi. Ia mengawali langkah sebagai anggota DPRD Jawa Tengah pada 1999, lalu terus menanjak hingga menjadi Wakil Ketua DPRD. Dari tingkat daerah, Karding kemudian menembus panggung nasional sebagai anggota DPR RI selama tiga periode sejak 2009.
Di Senayan, ia dipercaya mengisi berbagai posisi penting, mulai dari Ketua Komisi VIII hingga sejumlah peran strategis lintas komisi dan badan kerja sama parlemen. Rekam jejak ini menjadikannya salah satu kader senior Partai Kebangkitan Bangsa dengan pengalaman legislatif yang solid.
Baca Juga: Prabowo Tunjuk Hanif Jadi Wamenko Pangan, Kursi Menteri LH Diisi Jumhur
Tak hanya di parlemen, Karding juga sempat duduk di jajaran eksekutif sebagai Menteri Perlindungan Pekerja Migran Indonesia pada 2024–2025. Pengalaman ini memperluas portofolionya dalam mengelola isu-isu publik yang kompleks.
Penunjukannya sebagai Kepala Badan Karantina Nasional menggantikan Sahat Manaor Panggabean dinilai sebagai langkah strategis pemerintah dalam memperkuat sektor karantina, yang berkaitan erat dengan ketahanan pangan, perdagangan, dan perlindungan sumber daya hayati.
Selain aktif di politik, Karding juga dikenal dekat dengan dunia akademik. Sejak 2022, ia menjabat sebagai Ketua Umum Ikatan Alumni UNDIP, memperkuat jejaringnya di kalangan profesional dan intelektual.
Kini, tantangan baru menanti Karding. Dengan latar belakang politik dan pengalaman birokrasi yang panjang, publik menaruh harapan besar pada kepemimpinannya dalam menjaga sistem karantina nasional agar lebih tangguh dan responsif di tengah dinamika global. (*)
Editor : Agung Sumandjaya