RADAR PALU - Jamaah haji Indonesia di Tanah Suci menghadapi tantangan klasik: tersesat atau lupa arah pulang ke hotel. Dengan jumlah mencapai 203.320 jamaah, risiko terpisah dari rombongan bukan hal yang jarang terjadi.
Di Madinah, jamaah tersebar di 118 hotel, sementara di Makkah menempati 177 hotel. Jumlah yang besar dan lokasi yang tersebar membuat orientasi menjadi tidak mudah, terutama bagi jamaah yang baru pertama kali berhaji.
Namun, ada cara sederhana yang bisa jadi penyelamat. Jamaah cukup mengingat satu hal penting: nomor hotel tempat menginap.
Baca Juga: Dari Posisi 17, Veda Ega Tembus 6 Besar Moto3 Spanyol
Petugas haji setiap hari disiagakan di dua titik utama, yakni Masjid Nabawi dan Masjidil Haram. Mereka siap membantu jamaah yang kebingungan atau terpisah dari rombongan.
Agar proses pencarian lebih cepat, identitas lokasi penginapan menjadi kunci. Di sinilah fungsi nomor hotel menjadi sangat vital.
Setiap hotel jamaah haji Indonesia telah diberi nomor unik terdiri dari tiga digit. Angka pertama menunjukkan sektor wilayah, sedangkan dua angka berikutnya adalah nomor urut hotel.
Baca Juga: DPD Laskar Anti Korupsi Pejuang 45 Gelar Aksi Unjukrasa di PT RUJ
Dengan hanya menyebutkan tiga angka tersebut kepada petugas, jamaah bisa langsung diarahkan kembali ke hotel tempat mereka menginap.
Sistem ini dirancang untuk memudahkan koordinasi di tengah padatnya aktivitas ibadah dan mobilitas jamaah selama musim haji.
Di tengah suhu ekstrem dan kerumunan besar, langkah sederhana seperti mengingat nomor hotel bisa menjadi pembeda antara panik dan kembali dengan aman.***
Editor : Muhammad Awaludin