RADAR PALU - Pembukaan penuh Selat Hormuz oleh Iran langsung memantik harapan publik: harga tiket pesawat ikut turun.
Di media sosial, respons warganet cepat dan ramai. “Apakah tiket pesawat akan turun?” tulis salah satu pengguna, mewakili rasa penasaran banyak orang.
Komentar lain lebih tajam. “Balikin harga avtur, biar tiket nggak mencekik,” tulis warganet lain, mencerminkan keluhan lama soal mahalnya ongkos terbang.
Baca Juga: Ribuan Petani Desak Polisi Tangkap Feri Amsari, Picu Polemik Swasembada
Harapan dari Turunnya Harga Minyak
Pembukaan jalur vital ini terjadi usai meredanya konflik antara Israel dan Lebanon. Dampaknya langsung terasa di pasar energi—harga minyak mulai terkoreksi.
Bagi publik, ini sinyal penting. Avtur adalah komponen biaya terbesar maskapai, sehingga penurunan harga minyak kerap diharapkan berujung pada tiket yang lebih murah.
Baca Juga: Prabowo ke Ketua DPRD: Kita Semua Patriot, Harus Cinta Rakyat
Tidak Bisa Instan
Namun realitanya tak sesederhana itu. Penyesuaian tarif penerbangan tidak hanya bergantung pada harga bahan bakar.
Maskapai masih menghitung banyak variabel: kurs rupiah, permintaan penumpang, hingga aturan tarif batas atas dan bawah.
Harapan Sudah Terbang
Meski belum pasti, ekspektasi publik sudah telanjur tinggi. Momentum ini dinilai bisa jadi titik awal jika tren harga energi terus melandai.
Kini pertanyaannya bukan lagi “mungkin atau tidak”, tapi kapan harga tiket benar-benar ikut turun.***
Editor : Muhammad Awaludin