Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Indonesia Punya 127 Gunung Api Aktif, 69 Dipantau Intensif 24 Jam

Mugni Supardi • Selasa, 14 April 2026 | 14:32 WIB
Kondisi gunung merapi pada 12 April 2026..(KESDM Badan Geologi)
Kondisi gunung merapi pada 12 April 2026..(KESDM Badan Geologi)

RADARPALU – Indonesia tercatat sebagai negara dengan jumlah gunung api aktif terbanyak di dunia. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) melalui Badan Geologi mengungkapkan, terdapat 127 gunung api aktif yang tersebar di berbagai wilayah Tanah Air.

Dari jumlah tersebut, sebanyak 69 gunung api dipantau secara intensif oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) melalui 74 pos pengamatan gunung api yang beroperasi selama 24 jam.

PVMBG menjelaskan, pemantauan dilakukan secara visual dan instrumental untuk memastikan setiap perubahan aktivitas gunung api dapat terdeteksi sejak dini. Hasil pemantauan kemudian diolah dan dilaporkan secara berkala sebagai dasar penentuan tingkat aktivitas gunung api.

Baca Juga: OJK Dukung Percepatan Program 3 Juta Rumah Lewat Penguatan SLIK

“Tugas pengamat gunung api meliputi penyusunan laporan aktivitas, pengolahan data, hingga diseminasi informasi kebencanaan kepada masyarakat,” demikian keterangan resmi Kementerian ESDM.

Berdasarkan data per 14 April 2026, tingkat aktivitas gunung api di Indonesia didominasi status normal. Rinciannya, sebanyak 43 gunung api berada pada Level I (Normal), 24 gunung api berstatus Level II (Waspada), dan 2 gunung api berada pada Level III (Siaga). Sementara itu, tidak ada gunung api yang berada pada Level IV (Awas).

Selain klasifikasi tingkat aktivitas, gunung api di Indonesia juga dibagi berdasarkan riwayat letusan. Gunung api tipe A merupakan gunung yang pernah mengalami erupsi magmatik setidaknya sekali setelah tahun 1600, seperti Gunung Merapi dan Anak Krakatau.

Baca Juga: Dinsos Palu: Penerima Bansos Bisa Dicoret Jika Terlibat Judi Online

Sementara itu, gunung api tipe B adalah gunung yang tidak tercatat meletus setelah tahun 1600, tetapi masih menunjukkan aktivitas vulkanik seperti solfatara, contohnya Gunung Lawu dan Merbabu.

Adapun gunung api tipe C merupakan gunung yang tidak memiliki catatan letusan dalam sejarah manusia, namun masih menunjukkan jejak aktivitas vulkanik. Jumlahnya tercatat sekitar 21 gunung.

Kementerian ESDM menegaskan, keberadaan sistem pemantauan yang terintegrasi menjadi kunci dalam mitigasi bencana vulkanik. Dengan pemantauan intensif dan penyebaran informasi yang cepat, diharapkan masyarakat di sekitar gunung api dapat lebih siap menghadapi potensi erupsi.

 

Masyarakat juga diimbau untuk terus memantau perkembangan informasi resmi terkait aktivitas gunung api melalui kanal resmi PVMBG, termasuk laman magma.esdm.go.id.(*)

Editor : Mugni Supardi
#gunung api Indonesia #PVMBG #aktivitas gunung api #status gunung api 2026 #esdm