RADARPALU - Aktivitas gempa susulan pascagempa utama M 7,6 di Maluku Utara masih terus terjadi. Hingga 12 April 2026 pukul 06.00 WIB, Stasiun Geofisika Manado, BMKG mencatat total 1.544 gempa susulan.
Dari jumlah tersebut, sebanyak 30 gempa dirasakan masyarakat. Sementara itu, magnitudo gempa susulan tercatat bervariasi, dengan magnitudo maksimum 5,8 dan minimum 1,7. Tercatat pula 18 gempa dengan kekuatan M ≥ 5.
BMKG menyebut tingginya aktivitas gempa susulan ini merupakan bagian dari proses stabilisasi pascagempa besar yang masih berlangsung di wilayah tersebut.
Baca Juga: BMKG: Potensi Hujan Lebat Masih Tinggi di Sulteng
“Gempa dengan magnitudo 7,6 bukanlah skala kecil. Dampaknya masih terasa hingga saat ini,” tulis BMKG melalui akun resmi @stageof.manado.bmkg.
Berdasarkan analisis sementara, proses peluruhan energi gempa diperkirakan akan berlangsung selama 2 hingga 3 minggu ke depan.
Dalam periode tersebut, potensi gempa susulan masih tetap ada, meskipun secara bertahap intensitasnya akan menurun.
Baca Juga: Toleransi Jadi Warisan Luhur, FKUB Sulteng Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Usia ke-62
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama terhadap kondisi bangunan yang berpotensi mengalami kerusakan akibat guncangan berulang.
Selain itu, masyarakat diminta memastikan informasi yang diterima berasal dari sumber resmi guna menghindari penyebaran hoaks.
Aktivitas seismik yang masih tinggi ini menjadi pengingat pentingnya kesiapsiagaan menghadapi bencana, terutama di wilayah rawan gempa seperti Maluku Utara dan sekitarnya.(*)
Editor : Mugni Supardi