
RADARPALU – Bencana tanah longsor terjadi di Desa Tombos, Kecamatan Balantak Selatan, Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, Sabtu (11/4/2026) sekitar pukul 13.00 WITA. Peristiwa ini dipicu oleh hujan deras yang mengguyur wilayah tersebut.
Berdasarkan laporan TRC dan Pusdalops BPBD Provinsi Sulawesi Tengah, longsor mengakibatkan akses jalan penghubung Desa Tombos – Desa Lonas (Kecamatan Mantoh) tertutup material tanah.
Meski tidak menimbulkan korban jiwa, kejadian ini berdampak pada terganggunya mobilitas warga di wilayah tersebut.
Baca Juga: Toleransi Jadi Warisan Luhur, FKUB Sulteng Tegaskan Komitmen Jaga Kerukunan di Usia ke-62
Secara kronologis, hujan dengan intensitas tinggi yang terjadi sejak siang hari memicu pergerakan tanah hingga akhirnya longsor menutup badan jalan utama antar desa.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut kondisi cuaca di wilayah Sulawesi Tengah memang sedang mendukung terbentuknya hujan lebat.
Dalam analisis sementara, terdapat fenomena Rossby Ekuatorial serta anomali suhu muka laut yang hangat, yang memperkuat pertumbuhan awan konvektif.
Selain itu, adanya belokan angin di sejumlah wilayah turut meningkatkan potensi hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang.
BMKG melalui Stasiun Meteorologi Mutiara Sis Al-Jufri Palu bahkan telah mengeluarkan peringatan dini cuaca ekstrem pada 11 April 2026 pukul 12.00–18.00 WITA.
Dalam peringatan tiga harian, sejumlah wilayah di Sulawesi Tengah berstatus waspada hingga siaga terhadap potensi bencana hidrometeorologi seperti banjir, longsor, dan angin kencang.



