Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Bus Listrik VKTR Digenjot, Daerah Didorong Ikut Belanja

Muhammad Awaludin • Sabtu, 11 April 2026 | 07:23 WIB
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan pabrik bus listrik VKTR di Magelang, Kamis (9/4), mendorong pemda ikut membeli produk dalam negeri.(Humas Jateng)
Presiden Prabowo Subianto saat meresmikan pabrik bus listrik VKTR di Magelang, Kamis (9/4), mendorong pemda ikut membeli produk dalam negeri.(Humas Jateng)

RADAR PALU — Presiden Prabowo Subianto mendorong pemerintah daerah ikut membeli bus listrik dalam negeri usai meresmikan pabrik perakitan PT VKTR Sakti Industries di Magelang, Kamis (9/4/2026).

Dorongan itu disampaikan langsung di hadapan jajaran pemerintah pusat dan daerah, termasuk Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi.

Prabowo menilai, belanja pemerintah daerah bisa menjadi kunci percepatan industri kendaraan listrik nasional. 

Baca Juga: Prabowo Turunkan Biaya Haji 2026 di Tengah Kenaikan Avtur

“Saya harap pemerintah daerah lain juga membeli produk Tanah Air,” tegasnya.

Langkah Jawa Tengah yang telah memesan puluhan bus listrik disebut sebagai contoh konkret keberpihakan pada industri dalam negeri.

Kehadiran pabrik VKTR dinilai belum cukup tanpa dukungan pasar. Dalam konteks ini, pemerintah daerah diposisikan sebagai early buyer atau pembeli awal. 

Baca Juga: Prabowo Hentikan 1.030 Dapur MBG, Program Makan Bergizi Gratis Dievaluasi

Skema ini dinilai strategis untuk mempercepat adopsi kendaraan listrik, sekaligus mengurangi ketergantungan pada impor dan BBM.

Komisaris Utama VKTR, Anindya Bakrie, menyebut potensi penghematan subsidi BBM bisa mencapai 5 miliar dolar AS per tahun jika kendaraan komersial beralih ke listrik.

Dari sisi produksi, VKTR mengklaim siap. Kapasitas awal mencapai 3.000 unit per tahun dan bisa ditingkatkan hingga 10.000 unit.

Pasarnya pun besar: sekitar 280 ribu unit bus dan 6,5 juta truk di Indonesia.

Namun, tanpa permintaan yang kuat—terutama dari sektor publik—akselerasi dinilai akan berjalan lambat.

Kebijakan ini memberi sinyal kuat ke daerah lain, termasuk di luar Jawa seperti Sulawesi Tengah, untuk mulai mengadopsi kendaraan listrik di sektor transportasi publik.

Selain efisiensi anggaran jangka panjang, langkah ini juga berkaitan dengan pengurangan emisi dan modernisasi layanan transportasi.

Di sisi lain, kesiapan infrastruktur seperti SPKLU dan SDM teknis menjadi pekerjaan rumah yang harus disiapkan daerah.***

 

Editor : Muhammad Awaludin
#bus listrik #VKTR #Pemerintah daerah #Prabowo Subianto #transportasi publik