Prabowo Hentikan 1.030 Dapur MBG, Program Makan Bergizi Gratis Dievaluasi

RADAR PALU – Presiden RI Prabowo Subianto mengambil langkah tegas dengan menghentikan sementara operasional 1.030 dapur dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG). Kebijakan ini dilakukan sebagai bagian dari evaluasi besar-besaran terhadap pelaksanaan program tersebut.
Langkah tersebut disampaikan Prabowo dalam konferensi pers di kediamannya di Hambalang, Bogor, Kamis (2/4/2026), sebagaimana dilansir dari ANTARA.
Prabowo menegaskan, penghentian sementara dilakukan terhadap dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) yang tidak memenuhi standar ketat yang telah ditetapkan pemerintah.
“Saya langsung cek. Panggil Kepala BGN dan saya terus cross-check,” ujar Prabowo.
Menurutnya, pemerintah tidak akan ragu menindak mitra yang tidak mampu menjaga kualitas layanan, terutama yang berkaitan dengan kesehatan dan keamanan pangan.
Presiden menekankan bahwa kebijakan ini bukan penghentian permanen, melainkan bagian dari evaluasi menyeluruh untuk memperbaiki program MBG ke depan.
“Saya kirim orang-orang saya yang ngecek. Saya kira, kalau nggak salah ya, dari sekian puluh ribu dapur, sudah kita tutup lebih dari seribu,” tegasnya.
Hingga saat ini, tercatat sebanyak 1.030 dapur telah ditangguhkan operasionalnya.
Ke depan, seluruh dapur MBG diwajibkan memenuhi berbagai standar sertifikasi, mulai dari kebersihan, keamanan makanan, hingga kualitas air yang digunakan.
“Kalau dapur kamu mau survive, kamu harus lulus sertifikasi kebersihan, sertifikasi keamanan makanan, dicek airnya gimana, airnya aman, airnya dimasak seperti apa, kemudian omprengnya, semua itu ada kriterianya. Kalau tidak beres, ditutup,” ujar Prabowo.



