RADAR PALU - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memastikan harga kedelai tetap stabil secara nasional usai kesepakatan dengan importir dan pengrajin tahu tempe, Kamis (9/4), dengan acuan harga Rp11.500 per kilogram di tingkat importir.
Kementerian Pertanian (Kementan) memfasilitasi kesepakatan Harga Acuan Penjualan (HAP) kedelai sebesar Rp11.500/kg. Skema ini ditujukan menjaga harga di tingkat pengrajin tetap di bawah Rp12.000/kg.
Langkah ini diambil di tengah tekanan geopolitik global yang berdampak pada rantai pasok dan biaya logistik.
Baca Juga: Kementan Gaspol Biofuel, RI Kejar Kemandirian Energi
Isu Harga Rp20 Ribu Dibantah
Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menegaskan kabar harga kedelai tembus Rp20 ribu tidak benar.
“Kami sudah verifikasi langsung, harga masih di bawah HAP. Di tingkat importir sekitar Rp11.500,” ujarnya.
Menurutnya, stok kedelai nasional masih aman dan harga terkendali.
Baca Juga: Kementan Pastikan Stok Pangan 2026 Aman, Ini Datanya
“Persediaan cukup, tidak perlu dikhawatirkan,” tambahnya.
Harga Nasional Masih Aman
Data Gakoptindo per 8 April 2026 menunjukkan harga kedelai di berbagai wilayah masih dalam batas wajar:
Jakarta: Rp10.500–Rp11.000/kg
Jawa: Rp10.555/kg
Bali–NTB: Rp10.550/kg
Sumatra: Rp11.450/kg
Baca Juga: Mentan Amran Marah, Alsintan Kementan Tak Terawat
Sulawesi: Rp11.113/kg
Kalimantan: Rp10.908/kg
Angka ini masih di bawah batas maksimal Rp12.000/kg di tingkat pengrajin.
Bagi daerah seperti Sulawesi Tengah, stabilnya harga kedelai penting untuk menjaga harga tahu-tempe tetap terjangkau, mengingat konsumsi tinggi di masyarakat.
Pelaku Usaha Jaga Stabilitas
Direktur PT FKS Multi Agro Tbk, Tjung Hen Sen, menyebut harga di tingkat importir masih berkisar Rp10.100–Rp10.300/kg.
“Sementara di pengrajin sekitar Rp10.500 sampai Rp11.000 per kilogram,” katanya.
Ia mengakui tekanan global berdampak pada ongkos logistik dan asuransi, namun pelaku usaha tetap berupaya menjaga harga.
Harga Tahu Tempe Tetap Stabil
Sekjen Gakoptindo, Wibowo Nurcahyo, memastikan harga tahu dan tempe tidak mengalami kenaikan signifikan.
“Harga masih di kisaran Rp12.000 sampai Rp13.000. Tidak ada kenaikan berarti,” ujarnya.
Menurutnya, tantangan justru datang dari bahan penunjang seperti plastik, bukan dari kedelai.
Pemerintah Minta Importir Tahan Margin
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta importir tidak mengambil keuntungan berlebihan.
“Naik boleh, tapi jangan menekan masyarakat,” tegasnya.
Ia menilai kondisi global saat ini menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk menjaga stabilitas pangan nasional.
Dorong Produksi Dalam Negeri
Kementan juga menyiapkan program pengembangan kedelai seluas 37.500 hektare tahun ini.
Langkah ini untuk mengurangi ketergantungan impor dalam jangka panjang.***
Editor : Muhammad Awaludin