Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Kementan Tetapkan HAP, Harga Kedelai Dijaga Stabil

Talib • Jumat, 10 April 2026 | 19:21 WIB
Rapat koordinasi Kementan bersama importir dan pengrajin tahu tempe membahas stabilisasi harga kedelai melalui penerapan HAP Rp11.500 per kilogram. (IstimewaRadar Palu)
Rapat koordinasi Kementan bersama importir dan pengrajin tahu tempe membahas stabilisasi harga kedelai melalui penerapan HAP Rp11.500 per kilogram. (IstimewaRadar Palu)

RADAR PALU - Pemerintah melalui Kementerian Pertanian memastikan harga kedelai tetap stabil secara nasional usai kesepakatan dengan importir dan pengrajin tahu tempe, Kamis (9/4), dengan acuan harga Rp11.500 per kilogram di tingkat importir.

Kementerian Pertanian (Kementan) memfasilitasi kesepakatan Harga Acuan Penjualan (HAP) kedelai sebesar Rp11.500/kg. Skema ini ditujukan menjaga harga di tingkat pengrajin tetap di bawah Rp12.000/kg.

Langkah ini diambil di tengah tekanan geopolitik global yang berdampak pada rantai pasok dan biaya logistik. 

Baca Juga: Kementan Gaspol Biofuel, RI Kejar Kemandirian Energi

Isu Harga Rp20 Ribu Dibantah

Direktur Jenderal Tanaman Pangan, Yudi Sastro, menegaskan kabar harga kedelai tembus Rp20 ribu tidak benar.

“Kami sudah verifikasi langsung, harga masih di bawah HAP. Di tingkat importir sekitar Rp11.500,” ujarnya.

Menurutnya, stok kedelai nasional masih aman dan harga terkendali. 

Baca Juga: Kementan Pastikan Stok Pangan 2026 Aman, Ini Datanya

“Persediaan cukup, tidak perlu dikhawatirkan,” tambahnya.

Harga Nasional Masih Aman

Data Gakoptindo per 8 April 2026 menunjukkan harga kedelai di berbagai wilayah masih dalam batas wajar:

Jakarta: Rp10.500–Rp11.000/kg

Jawa: Rp10.555/kg

Bali–NTB: Rp10.550/kg

Sumatra: Rp11.450/kg 

Baca Juga: Mentan Amran Marah, Alsintan Kementan Tak Terawat

Sulawesi: Rp11.113/kg

Kalimantan: Rp10.908/kg

Angka ini masih di bawah batas maksimal Rp12.000/kg di tingkat pengrajin.

Bagi daerah seperti Sulawesi Tengah, stabilnya harga kedelai penting untuk menjaga harga tahu-tempe tetap terjangkau, mengingat konsumsi tinggi di masyarakat.

Pelaku Usaha Jaga Stabilitas

Direktur PT FKS Multi Agro Tbk, Tjung Hen Sen, menyebut harga di tingkat importir masih berkisar Rp10.100–Rp10.300/kg.

“Sementara di pengrajin sekitar Rp10.500 sampai Rp11.000 per kilogram,” katanya.

Ia mengakui tekanan global berdampak pada ongkos logistik dan asuransi, namun pelaku usaha tetap berupaya menjaga harga.

Harga Tahu Tempe Tetap Stabil

Sekjen Gakoptindo, Wibowo Nurcahyo, memastikan harga tahu dan tempe tidak mengalami kenaikan signifikan.

“Harga masih di kisaran Rp12.000 sampai Rp13.000. Tidak ada kenaikan berarti,” ujarnya. 

Baca Juga: Baru Dilantik Jadi Direktur di Kementan, Putra Sulteng Nelson Metubun Terima Kunjungan DPRD di Jakarta

Menurutnya, tantangan justru datang dari bahan penunjang seperti plastik, bukan dari kedelai.

Pemerintah Minta Importir Tahan Margin

Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman meminta importir tidak mengambil keuntungan berlebihan.

“Naik boleh, tapi jangan menekan masyarakat,” tegasnya.

Ia menilai kondisi global saat ini menjadi momentum bagi pelaku usaha untuk menjaga stabilitas pangan nasional.

Dorong Produksi Dalam Negeri

Kementan juga menyiapkan program pengembangan kedelai seluas 37.500 hektare tahun ini.

Langkah ini untuk mengurangi ketergantungan impor dalam jangka panjang.***

Editor : Muhammad Awaludin
#harga kedelai #tahu tempe #pangan nasional #impor kedelai #kementan