Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Longsor Sumedang Lumpuhkan Cadas Pangeran, 1 Hilang

Muhammad Awaludin • Kamis, 9 April 2026 | 14:23 WIB
Tim SAR gabungan mencari korban hilang akibat longsor di Dusun Ciranggon, Sumedang.(Istimewa)
Tim SAR gabungan mencari korban hilang akibat longsor di Dusun Ciranggon, Sumedang.(Istimewa)

RADAR PALU - Hujan deras yang mengguyur Sumedang, Jawa Barat, Rabu (8/4), memicu longsor di sejumlah titik. Jalur Cadas Pangeran sempat lumpuh, satu warga dilaporkan hilang.

Longsor Sumedang terjadi di beberapa wilayah. Mulai dari jalur bawah Cadas Pangeran, Dusun Ciranggon Desa Mekarahayu, Desa Margalaksana, hingga Selaawi di Kecamatan Rancakalong.

Fokus penanganan saat ini berada di Dusun Ciranggon, Desa Mekarahayu. Medan yang ekstrem membuat proses evakuasi berjalan lambat. Akses alat berat juga terbatas.

Wakil Bupati Sumedang M. Fajar Aldila mengatakan, dari delapan warga terdampak, tujuh orang selamat. Satu korban, Supendi (63), masih dalam pencarian. 

“Kendalanya selain medan berat, alat berat juga sulit masuk. Tim Basarnas, BPBD, TNI-Polri sudah melakukan pencarian sejak malam dan dilanjutkan pagi ini,” ujar Fajar, Kamis (9/4/2026). 

Baca Juga: Penanganan Longsor di Jalan Desa Podi Ampana Perlu Kolaborasi Lintas Sektor

Tiga korban sempat dilarikan ke RSUD untuk mendapat perawatan.

Hingga kini, tim SAR gabungan masih menyisir lokasi longsor untuk menemukan korban yang hilang.

Jalur Cadas Pangeran yang sempat tertutup kini mulai normal. Dua alat berat dikerahkan untuk membersihkan material longsor.

“Semalam sudah sekitar 80 persen tertangani. Kendaraan sudah bisa melintas, tapi tetap waspada,” kata Fajar.

Meski sudah dibuka, pengguna jalan diminta berhati-hati. Sisa lumpur masih licin, dan potensi longsor susulan masih tinggi jika hujan kembali turun. 

Baca Juga: Longsor Trans Sulawesi Ampana–Poso, Jalur Padapu–Bongka Sempat Lumpuh Kini Sudah Bisa Dilalui

Pemkab Sumedang menetapkan status siaga. Warga yang tinggal di lereng bukit diminta meningkatkan kewaspadaan. 

“Yang tinggal di kaki gunung atau lereng bukit, terus pantau lingkungan. Saling komunikasi antar tetangga,” tegas Fajar.

Selain di Sumedang Selatan, longsor juga dilaporkan menutup akses jalan di wilayah Selaawi, Rancakalong. Saat ini masih dalam penanganan petugas.

Kasus longsor Sumedang ini kembali menegaskan risiko bencana di daerah rawan saat musim hujan. Jalur Cadas Pangeran sendiri merupakan akses vital yang menghubungkan antarwilayah di Jawa Barat.

Gangguan di jalur ini berdampak langsung pada mobilitas warga dan distribusi logistik.***

Editor : Muhammad Awaludin
#longsor Sumendang #cadas pangeran #Jawa Barat #Cuaca Ekstrim #bencana longsor