Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

Gempa Malut Berangsur Reda, BMKG Prediksi Selesai 2–3 Minggu

Mugni Supardi • Kamis, 9 April 2026 | 11:43 WIB
BMKG memprediksi aktivitas gempa susulan pascagempa magnitudo 7,6 di Maluku Utara akan berakhir dalam kurun waktu 2 hingga 3 minggu sejak kejadian utama pada 2 April 2026.(Instagram/@infobmkg)
BMKG memprediksi aktivitas gempa susulan pascagempa magnitudo 7,6 di Maluku Utara akan berakhir dalam kurun waktu 2 hingga 3 minggu sejak kejadian utama pada 2 April 2026.(Instagram/@infobmkg)

 

RADARPALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat sebanyak 1.378 gempa susulan terjadi pascagempa magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara pada 2 April 2026.

Data terbaru hingga 9 April 2026 pukul 06.00 WIB menunjukkan tren aktivitas gempa terus menurun secara signifikan. BMKG memprediksi rangkaian gempa susulan ini akan meluruh dalam kurun waktu 2 hingga 3 minggu sejak gempa utama.

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida Riama, mengungkapkan bahwa penurunan aktivitas gempa terlihat dari jumlah kejadian harian yang semakin berkurang.

Baca Juga: Sinergi Kejati Sulteng–Media Diperkuat, Kajati Nuzul Rahmat: Kami Terbuka dalam Penanganan Perkara

“Data harian menunjukkan tren penurunan konsisten dari 394 kejadian di hari pertama menjadi 63 kejadian pada hari ketujuh,” jelasnya.

Dari total gempa susulan tersebut, sebanyak 25 gempa dirasakan oleh masyarakat. Sementara itu, gempa dengan magnitudo terbesar tercatat mencapai 5,8 dan terkecil 1,7. BMKG juga mencatat terdapat 18 gempa dengan magnitudo di atas atau sama dengan 5.

Meski tren penurunan terjadi, BMKG menegaskan bahwa aktivitas gempa selama masa peluruhan masih bersifat fluktuatif. Artinya, getaran masih berpotensi dirasakan sewaktu-waktu sebelum kondisi benar-benar stabil.

Baca Juga: Area Pemakaman TPU Ramba Diakui Warga Kurang Terawat

“Intensitas gempa bisa naik turun. Masyarakat tetap perlu waspada meskipun tren menunjukkan penurunan,” tambah Nelly.

BMKG memastikan pemantauan aktivitas tektonik akan terus dilakukan hingga kondisi dinyatakan normal. Masyarakat juga diimbau untuk tetap tenang namun tidak lengah terhadap potensi gempa susulan.(*)

Editor : Mugni Supardi
#gempa Maluku Utara #gempa susulan BMKG #aftershock Indonesia #aktivitas gempa menurun #Malut 7.6