RADARPALU – Hujan dengan intensitas sangat lebat disertai potensi windshear berdampak pada operasional penerbangan di Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Tangerang, pada 6 April 2026.
Dalam keterangan resminya, pihak bandara menyampaikan bahwa kondisi cuaca tersebut terutama memengaruhi fase pendaratan pesawat.
Demi menjaga keselamatan, sejumlah penerbangan harus menjalani prosedur divert (pengalihan), holding (menunggu di udara), hingga go around (membatalkan pendaratan dan mencoba kembali).
Baca Juga: Sudah 1.241 Gempa Susulan Guncang Maluku Utara, Aktivitas Seismik Mulai Menurun
Selain berdampak pada operasional penerbangan, cuaca ekstrem juga sempat menyebabkan gangguan pada atap di area Gate 7 Terminal 3.
Insiden tersebut berlangsung singkat, sekitar lima menit, dan langsung ditangani oleh petugas di lapangan.
“Gangguan pada atap di area Gate 7 Terminal 3 berlangsung singkat dan telah ditangani dengan cepat oleh petugas,” demikian pernyataan resmi pihak Bandara Soekarno-Hatta.
Baca Juga: Sosialisasi Perda Digelar, Pemprov Sulteng Siapkan Payung Hukum Masyarakat Adat
Pihak pengelola bandara memastikan bahwa kondisi saat ini telah kembali normal dan operasional penerbangan berjalan lancar serta terkendali.
Mereka juga menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang dialami para penumpang akibat kondisi cuaca ekstrem yang tidak dapat dihindari.
“Kami berkomitmen untuk tetap memberikan pelayanan terbaik bagi seluruh pengguna jasa Bandara Internasional Soekarno-Hatta,” lanjut pernyataan tersebut.
Cuaca ekstrem seperti hujan lebat dan windshear memang menjadi salah satu faktor yang kerap memengaruhi keselamatan penerbangan, sehingga prosedur pengamanan seperti pengalihan dan penundaan menjadi langkah standar dalam industri aviasi.(*)
Editor : Mugni Supardi