RADARPALU – Aktivitas gempa susulan pascagempa utama berkekuatan magnitudo 7,6 di wilayah Maluku Utara dan Sulawesi Utara masih terus terjadi.
Hingga Minggu (5/4/2026) pukul 06.00 WIB, Stasiun Geofisika Manado BMKG mencatat total 921 gempa susulan.
Informasi tersebut disampaikan melalui akun Instagram resmi @stageof.manado.bmkg, yang memuat pembaruan data seismik terbaru di wilayah tersebut.
Baca Juga: Lewati Dua Kali Penambahan Waktu, Proyek Rp22,5 M Kejari Morut Belum Juga Rampung
Dari jumlah tersebut, sebanyak 22 gempa dilaporkan dirasakan oleh masyarakat. BMKG juga mencatat magnitudo gempa susulan terbesar mencapai 5,8, sedangkan yang terkecil berada di angka 1,7.
Selain itu, tercatat 18 gempa susulan memiliki kekuatan di atas magnitudo 5. Kondisi ini menunjukkan bahwa aktivitas seismik di wilayah tersebut masih tergolong tinggi.
BMKG menjelaskan bahwa ratusan gempa susulan ini merupakan bagian dari proses penyesuaian atau stabilisasi kerak bumi setelah terjadinya gempa utama.
“Data ini menunjukkan proses stabilisasi pasca guncangan besar,” tulis BMKG melalui akun resminya.
Meski demikian, masyarakat diimbau tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama terhadap kondisi bangunan yang berpotensi mengalami kerusakan akibat gempa.
BMKG juga mengingatkan masyarakat untuk selalu mengakses informasi resmi guna menghindari hoaks terkait aktivitas gempa. (*)
Editor : Mugni Supardi