RADAR PALU - Pemerintah resmi memangkas penyaluran program Makan Bergizi Gratis (MBG) untuk siswa dari enam hari menjadi lima hari dalam sepekan.
Pemerintah melakukan penyesuaian pada program Makan Bergizi Gratis agar lebih tepat sasaran. Kini, penyaluran MBG hanya dilakukan pada hari sekolah.
Menteri Koordinator Bidang Pangan, Zulkifli Hasan, menyebut kebijakan ini diambil setelah evaluasi pelaksanaan sebelumnya.
Baca Juga: Jembatan Penyapu Putus, Distribusi MBG Harus Seberangi Sungai
Menurut Zulkifli Hasan, penyaluran MBG selama enam hari, termasuk hari libur, dinilai kurang efektif. Karena itu, pemerintah memutuskan distribusi difokuskan pada hari aktif belajar.
“Dalam rangka perbaikan, efektivitas pelaksanaan, kalau kemarin kan enam hari, hari libur dikasih juga, itu ternyata kurang efektif. Oleh karena itu kita putuskan, MBG itu hari sekolah,” ujar Zulkifli Hasan usai rapat koordinasi terbatas di Kantor Kemenko Pangan, Jakarta, Kamis (2/4/2026).
Baca Juga: Fix! MBG Serentak 31 Maret 2026, WFA Tak Pengaruhi Distribusi
Kebijakan ini diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis. Selain itu, distribusi makanan juga diharapkan lebih tepat guna bagi siswa.
Pemerintah menilai langkah ini sebagai bagian dari perbaikan berkelanjutan terhadap program prioritas tersebut.
Dengan perubahan ini, pemerintah berharap program Makan Bergizi Gratis semakin efektif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh para siswa di hari sekolah.***
Editor : Muhammad Awaludin