Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

BMKG Cabut Peringatan Tsunami Maluku Utara Usai Gempa M7,6

Muhammad Awaludin • Kamis, 2 April 2026 | 19:31 WIB
Pejabat BMKG menyampaikan keterangan resmi terkait berakhirnya peringatan dini tsunami Maluku Utara usai gempa M7,6 dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/4/2026). (BMKG )
Pejabat BMKG menyampaikan keterangan resmi terkait berakhirnya peringatan dini tsunami Maluku Utara usai gempa M7,6 dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (2/4/2026). (BMKG)

RADAR PALU - BMKG resmi mengakhiri peringatan dini tsunami Maluku Utara setelah gempa magnitudo 7,6 mengguncang wilayah laut dekat Ternate, Kamis (2/4/2026). Meski demikian, kenaikan muka air laut sempat terpantau di sejumlah daerah.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyatakan peringatan dini tsunami Maluku Utara berakhir pada pukul 09.56 WIB.

Gempa berkekuatan M7,6 terjadi di koordinat 1,25° LU dan 126,27° BT, tepatnya di laut sekitar 129 kilometer tenggara Bitung, Sulawesi Utara, dengan kedalaman 33 kilometer. 

Baca Juga: Gempa Manado Berasal dari Subduksi Laut Maluku, BMKG Sebut Dampaknya ke Sulawesi Tengah Bagian Utara Relatif Lemah

Kepala BMKG, Teuku Faisal Fathani, menjelaskan gempa tersebut tergolong dangkal akibat aktivitas subduksi Laut Maluku.

Selama peringatan berlangsung, BMKG mencatat adanya kenaikan muka air laut di beberapa titik. 

Di Halmahera Barat, kenaikan mencapai 0,30 meter pada pukul 06.08 WIB. Sementara di Bitung tercatat 0,20 meter pada pukul 06.15 WIB. 

Selain itu, kenaikan juga terdeteksi di Sidangoli (0,35 meter), Minahasa Utara (0,75 meter), Belang (0,68 meter), dan Bumbulan (0,13 meter). 

Baca Juga: BMKG Turunkan Tim Ahli, Pasang Seismograf di Maluku Utara Pascagempa M 7,6

Deputi Bidang Geofisika BMKG, Nelly Florida, menyebut gempa berdampak di Maluku Utara, Sulawesi Utara, hingga Gorontalo.

Di Ternate, getaran mencapai intensitas V-VI MMI, dirasakan seluruh warga hingga menyebabkan kepanikan dan kerusakan ringan. 

Sementara di Manado, getaran berada pada skala IV-V MMI. Di Gorontalo dan sekitarnya, getaran dirasakan dengan intensitas II hingga III MMI.

BMKG juga mencatat aktivitas gempa susulan pascagempa utama.

“Hingga pukul 09.50 WIB, hasil monitoring BMKG menunjukkan adanya 48 aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dengan magnitudo terbesar M5.5,” ujar Nelly. 

Baca Juga: Rincian Tsunami Gempa Maluku - Sulut, Tertinggi 0,75 Meter

Sebagai tindak lanjut, BMKG akan menurunkan tim untuk memetakan dampak gempa serta memasang alat pemantau tambahan di wilayah terdampak.

Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat gempa ini.

Di antaranya Gedung KONI Sario di Manado dan Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Ternate.

BMKG memastikan koordinasi dengan pemerintah daerah terus dilakukan untuk memantau dampak lanjutan.

BMKG mengimbau masyarakat tetap waspada meski peringatan dini tsunami Maluku Utara telah dicabut.

Warga diminta memastikan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas, terutama jika terdapat retakan atau kerusakan.

Selain itu, masyarakat diharapkan hanya mengakses informasi resmi dari BMKG melalui kanal yang tersedia.

Meski peringatan dini tsunami Maluku Utara telah berakhir, BMKG menegaskan pemantauan terus dilakukan dan masyarakat diminta tetap tenang serta waspada terhadap potensi gempa susulan.***

Editor : Muhammad Awaludin
#maluku utara #gempa bumi #Tsunami #BMKG #Bencana Alam