Berita Pilihan Daerah Ekonomi Internasional Kota Palu Nasional Olahraga Opini Pendidikan Politika Selebriti Sulteng Wisata

BMKG Turunkan Tim Ahli, Pasang Seismograf di Maluku Utara Pascagempa M 7,6

Mugni Supardi • Kamis, 2 April 2026 | 13:09 WIB
BMKG akan menurunkan tim untuk melakukan pemetaan makroseismik untuk mengetahui sebaran kerusakan, serta mikroseismik guna memantau aktivitas gempa susulan.(Twitter/@ResKotamobagu)
BMKG akan menurunkan tim untuk melakukan pemetaan makroseismik untuk mengetahui sebaran kerusakan, serta mikroseismik guna memantau aktivitas gempa susulan.(Twitter/@ResKotamobagu)

 

RADARPALU – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menurunkan tim ahli untuk memetakan dampak gempa bumi magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah Maluku Utara dan sekitarnya.

Plt Direktur Gempabumi dan Tsunami BMKG, Rahmat Triyono, menjelaskan tim akan melakukan pemetaan makroseismik untuk mengetahui sebaran kerusakan, serta mikroseismik guna memantau aktivitas gempa susulan.

“BMKG juga akan memasang portable seismograph di sekitar Maluku Utara dan Ternate untuk memperkuat pengumpulan data,” ujarnya.

Baca Juga: Tak Pelit Ilmu, SMA Al-Azhar Palu Bantu Sekolah Lain Berprestasi

Selain itu, seluruh Unit Pelaksana Teknis (UPT) BMKG di daerah telah berkoordinasi dengan berbagai pihak guna memantau perkembangan gempa susulan dan dampak kerusakan di lapangan.

Sejumlah kerusakan dilaporkan terjadi di beberapa titik, di antaranya Gedung KONI Sario di Manado serta Gereja Kalvari di Pulau Batang Dua, Kota Ternate.

Sementara itu, Kepala BMKG Teuku Faisal Fathani memastikan peringatan dini tsunami telah dinyatakan berakhir pada pukul 09.56 WIB.

Baca Juga: Gempa M 7,6 Malut Terasa di 3 Provinsi, BMKG Catat 48 Gempa Susulan

BMKG juga mengapresiasi langkah cepat pemerintah daerah dalam menyebarluaskan informasi serta melakukan evakuasi masyarakat.

Di sisi lain, Plt Direktur Seismologi Teknik, Geofisika Potensial, dan Tanda Waktu BMKG, A. Fachri Radjab, mengimbau masyarakat untuk memastikan kondisi bangunan sebelum kembali beraktivitas.

“Jika terdapat retakan atau kerusakan, sebaiknya tidak langsung masuk ke dalam bangunan sebelum dipastikan aman,” tegasnya.

BMKG mengingatkan masyarakat untuk tetap tenang dan hanya mengakses informasi resmi melalui kanal yang telah terverifikasi guna menghindari hoaks(*)

Editor : Mugni Supardi
#gempa Maluku Utara #BMKG seismograf #Rahmat Triyono #pemetaan kerusakan #gempa susulan