RADARPALU – Dampak gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,6 yang mengguncang wilayah antara Maluku, Halmahera, dan Sulawesi Utara juga dirasakan di Kota Manado, Kamis (2/4).
Sejumlah bangunan dilaporkan mengalami kerusakan, bahkan ada yang runtuh.
Humas Kantor BNPP Manado, Nuriadin Gumelang, melaporkan bahwa beberapa gedung di pusat kota mengalami kerusakan berat, termasuk bangunan yang dikenal sebagai gedung “Poni”.
Baca Juga: Gempa M 7,6 Guncang Bitung, BMKG: Sulteng Belum Terdampak Signifikan
“Di beberapa titik di Kota Manado, ada bangunan yang runtuh, terutama di gedung Poni,” ujarnya dalam laporan lapangan.
Dalam peristiwa tersebut, satu korban jiwa dilaporkan meninggal dunia. Korban diketahui bernama Desy Laiha (70), yang tewas setelah tertimpa reruntuhan bangunan.
“Korban sudah dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara dalam kondisi meninggal dunia,” jelasnya.
Baca Juga: Detik-detik Air Laut Naik Usai Gempa M 7,6, Warga Pesisir Panik Berlarian
Selain itu, informasi awal juga menyebut adanya dugaan korban lain yang melompat dari gedung saat gempa terjadi.
Namun, hingga kini data tersebut masih dalam proses verifikasi oleh pihak berwenang.
Di sisi lain, kondisi masyarakat di Kota Manado dilaporkan mulai berangsur normal. Aktivitas warga kembali berjalan seperti biasa meskipun sebagian masih diliputi kekhawatiran.
Sementara itu, di wilayah pesisir seperti Bitung dan Minahasa Tenggara (Mitra), sejumlah warga dilaporkan telah melakukan evakuasi mandiri menyusul peringatan potensi tsunami pascagempa.
Hingga saat ini, pihak terkait masih terus melakukan pendataan terhadap dampak kerusakan dan jumlah korban, serta mengimbau masyarakat tetap waspada dan mengikuti arahan resmi dari pemerintah.(*)
Editor : Mugni Supardi